KEDIRI — Pondok Pesantren Nurul Huda Al Manshurin menghadiri undangan Bank Syariah Indonesia (BSI) dalam kegiatan Gathering Sekolah Islam dan Pesantren bertajuk “Langkah Emas Menuju Sekolah Berhaji” di Tegowangi Ballroom Grand Surya Kediri, Jumat (24/4/2026).
Kegiatan tersebut diikuti sejumlah lembaga pendidikan Islam dan pondok pesantren di wilayah Kediri. Forum ini menjadi ruang penguatan literasi keuangan syariah sekaligus mempererat sinergi antara dunia pendidikan dan industri perbankan syariah.
Manager BSI Area Kediri, Angga Wahyuda Prawiroso, menyampaikan bahwa BSI berkomitmen menjadi mitra strategis bagi pesantren dalam pengembangan layanan keuangan syariah. Ia juga menekankan pentingnya peningkatan inklusi keuangan syariah di Indonesia yang masih memiliki ruang pertumbuhan besar.
“Kami berharap BSI dapat menjadi sahabat finansial, sahabat spiritual, sekaligus sahabat sosial. Melalui layanan digital, kebutuhan seperti infak, zakat, hingga perencanaan haji kini lebih mudah dan transparan,” ujarnya.
Ia menambahkan, program Sekolah Berhaji dihadirkan untuk mendorong literasi dan perencanaan ibadah haji sejak dini di lingkungan pendidikan, mengingat masih terbatasnya jumlah masyarakat yang memiliki tabungan haji.
Sekretaris Yayasan Wali Barokah, Alam Lubis, turut menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, kerja sama dengan perbankan syariah menjadi langkah penting dalam mendukung tata kelola keuangan lembaga pendidikan yang lebih profesional dan sesuai prinsip syariah.
“Literasi keuangan syariah penting tidak hanya untuk pengelolaan institusi, tetapi juga membekali peserta didik agar memahami keuangan sejak dini,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Ponpes Nurul Huda Al Manshurin, Asyhari Eko Prayitno, yang juga Sekretaris LDII Kota Kediri, menilai program perencanaan haji memberikan nilai tambah bagi tenaga pendidik di lingkungan pesantren.
“Program ini sangat membantu dalam perencanaan ibadah haji yang sering kali terabaikan di tengah kesibukan. Ini bentuk sinergi antara kebutuhan spiritual dan layanan keuangan,” katanya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut membuka wawasan pesantren dalam pengelolaan keuangan syariah yang lebih modern dan terintegrasi.
Acara juga dirangkai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) antara BSI dan sejumlah sekolah Islam serta pesantren di Kediri. Kesepakatan ini diharapkan menjadi langkah awal transformasi layanan keuangan digital di lingkungan pendidikan berbasis agama.
Kegiatan ditutup dengan talkshow dan diskusi mengenai optimalisasi layanan digital banking serta skema tabungan haji bagi komunitas sekolah yang dipandu tim BSI. (sof/wid)
