MALANG — Dua buku menjadi jembatan dialog dalam silaturahim antara Koordinator Bidang Departemen Pendidikan Keagamaan dan Dakwah DPP LDII, H. Dwi Pramono dan Ketua PBNU KH Ahmad Fahrur Rozi yang juga Pengasuh Pondok Pesantren An-Nur 1 Bululawang, Kabupaten Malang, Kamis (4/6/2026). Pertemuan tersebut membahas pendidikan keagamaan, dakwah, dan pembinaan generasi muda.
Dwi Pramono hadir bersama jajaran pengurus DPD LDII Kabupaten Malang dalam kunjungan yang berlangsung di kompleks Pondok Pesantren An-Nur 1 Bululawang. Silaturahim tersebut menjadi ruang bertukar pandangan mengenai peran lembaga pendidikan Islam dalam membentuk generasi yang berkarakter, berilmu, dan mampu menjawab tantangan zaman.
Dalam kesempatan itu, Dwi Pramono menyerahkan dua buku kepada KH Ahmad Fahrur Rozi.
Buku pertama berjudul Nilai-Nilai Kebajikan dalam Jamaah LDII: Dari Amal Saleh hingga Kemandirian. Buku karya Ahmad Ali MD ini memuat berbagai nilai yang dikembangkan dalam pembinaan warga LDII, mulai dari penguatan akhlak, budaya gotong royong, hingga kemandirian dalam kehidupan bermasyarakat.
Sementara buku kedua berjudul Sistem, Model dan Corak Pendidikan LDII dalam Platform Profesional Religius dari Sabang sampai Merauke. Buku tersebut mengulas sistem pendidikan yang dikembangkan LDII dalam membentuk sumber daya manusia yang profesional dan religius.
Penyerahan buku menjadi bagian dari pertukaran gagasan yang mewarnai pertemuan kedua tokoh tersebut. Diskusi berlangsung dengan menyoroti pentingnya pendidikan karakter, penguatan nilai keagamaan, serta pembinaan generasi muda di tengah perkembangan sosial dan teknologi yang semakin dinamis.
Dwi Pramono mengatakan lembaga pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi yang tidak hanya memiliki pemahaman keagamaan yang baik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
“Pendidikan keagamaan perlu berjalan beriringan dengan pembentukan karakter. Karena itu, komunikasi dan kolaborasi antarlembaga pendidikan Islam menjadi penting untuk memperkuat pembinaan generasi muda,” ujarnya.

Sementara itu, KH Ahmad Fahrur Rozi menyambut kunjungan tersebut. Menurutnya, silaturahim antarlembaga pendidikan dan organisasi kemasyarakatan Islam menjadi sarana untuk memperkuat ukhuwah sekaligus memperluas ruang dialog mengenai berbagai isu keumatan.
“Buku menjadi media yang baik untuk saling mengenal pemikiran, pengalaman, dan praktik pendidikan yang dikembangkan masing-masing lembaga. Dari situ kita bisa saling belajar dan mengambil nilai-nilai yang bermanfaat untuk kemajuan pendidikan umat,” ujar KH Ahmad Fahrur Rozi.
Menurut dia, tradisi literasi dan pertukaran gagasan perlu terus dikembangkan di kalangan lembaga pendidikan Islam. Dengan demikian, berbagai pengalaman dalam membina generasi muda dapat menjadi bahan pembelajaran bersama.
“Yang terpenting adalah bagaimana nilai-nilai kebaikan yang diajarkan dapat membentuk karakter generasi muda agar memiliki akhlak yang baik, semangat belajar, dan kepedulian terhadap masyarakat,” pungkasnya. (sof/wid)
