Program Inkubasi Bisnis hasil kolaborasi antara Bank Syariah Indonesia dan Lembaga Dakwah Islam Indonesia Jawa Timur digelar melalui webinar pada Sabtu (25/04). Kegiatan ini diikuti ratusan pelaku UMKM secara daring maupun luring dari Gedung UMKM BSI Surabaya.
Webinar ini dilakukan untuk mendorong pelaku usaha naik kelas melalui pembinaan berkelanjutan yang mengedepankan aspek bisnis sekaligus nilai-nilai syariah.
Ketua DPW LDII Jawa Timur, Moch. Amrodji Konawi mengatakan, program inkubasi ini membantu UMKM LDII terutama dalam hal permodalan. UMKM LDII tersebar di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.
“UMKM LDII jumlahnya luar biasa, mulai dari mikro, kecil, hingga menengah. Mereka membutuhkan edukasi dan pembiayaan, dan BSI menawarkan solusi yang sangat dibutuhkan,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, selain pembiayaan, program ini juga memberikan pendampingan, pengawasan (controlling), hingga penataan keuangan usaha. Hal ini diharapkan mampu mendorong UMKM naik kelas secara bertahap.
“Harapannya UMKM bisa naik kelas dari mikro ke kecil, kecil ke menengah, hingga menjadi usaha besar,” jelasnya.
Terkait keberlanjutan program, ia menyebutkan, meskipun kerja sama memiliki batas waktu melalui nota kesepahaman (MoU), namun pendampingan diharapkan terus berjalan selama dibutuhkan oleh pelaku usaha.
Amrodji menjabarkan, peserta yang mendaftar program ini mencapai 1.000 orang dan tersebar di 117 titik di seluruh Jawa Timur. “Antusiasnya luar biasa. Peserta tersebar di 117 titik di Jawa Timur, dan pendaftar yang masuk sangat banyak,” ujarnya.
Melihat tingginya minat tersebut, ia berharap para pengusaha LDII dapat memanfaatkan berbagai program yang telah difasilitasi organisasi, mulai dari kerja sama industri, program afiliasi, hingga akses pembiayaan.
“Kami berharap pengusaha LDII bisa memanfaatkan berbagai terobosan yang sudah dibuat agar usahanya semakin berkembang,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya prinsip “tri sukses” dalam berwirausaha, “Kita harus berilmu, berakhlakul karimah, dan mandiri. Setelah berhasil, jangan lupa memandirikan lingkungan sekitar,” tegasnya.
LDII Jawa Timur, tambah Amrodji, akan terus memberikan dukungan kepada para UMKM. “Kami akan terus memfasilitasi dan mempertemukan UMKM dengan berbagai pihak, termasuk Pemprov Jawa Timur, agar mereka bisa berkembang lebih luas,” katanya.
Sementara itu, Ketua Himpunan Pengusaha LDII (HPL) Jawa Timur, Ardian Muchtar menjelaskan, HPL saat ini telah menjadi wadah bagi lebih dari 1.000 pengusaha LDII. Ia menekankan pentingnya arah dan visi dalam menjalankan usaha agar tidak berhenti di tengah jalan.
“Banyak usaha berhenti bukan karena tidak mampu, tetapi karena tidak punya arah yang jelas,” terangnya.
Ia juga mengajak peserta menjadikan forum ini sebagai langkah awal dalam membangun masa depan usaha yang lebih terarah. Dengan konsistensi belajar dan terus bergerak, ia optimistis akan lahir pengusaha besar dari Jawa Timur yang mampu bersaing hingga tingkat internasional.
“Kalau kita konsisten belajar dan terus bergerak, bukan tidak mungkin akan lahir pengusaha besar yang menembus pasar nasional hingga internasional,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ardian menegaskan bahwa HPL akan terus berperan sebagai wadah pendampingan bagi pelaku UMKM agar berkembang, tidak hanya dari sisi bisnis, tetapi juga memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Ia turut mengapresiasi sinergi dengan BSI dalam mendukung pertumbuhan ekonomi umat.
“Kami ingin UMKM tidak hanya sukses secara bisnis, tetapi juga memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat,” katanya.
IEBS RO 12 BSI Syariah Surabaya, Wahsi Prasodjo, menjelaskan bahwa program inkubasi bisnis ini merupakan bagian dari peran BSI dalam mendukung program pemerintah untuk mengembangkan UMKM di Indonesia, khususnya bagi anggota HPL LDII.
“Program ini ditujukan bagi UMKM LDII, mulai dari pembinaan, pengelolaan keuangan, hingga pemasaran produk, sehingga mereka bisa bertumbuh bersama,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa dukungan BSI tidak hanya terbatas pada pembiayaan, tetapi mencakup berbagai layanan keuangan dan pendampingan usaha secara menyeluruh.
“UMKM tidak hanya butuh pembiayaan, tetapi juga fasilitas keuangan seperti pendanaan, tabungan, hingga produk lain seperti tabungan emas dan haji. Semua itu menjadi bagian dari ekosistem yang kami siapkan,” ungkapnya.
Menurutnya, BSI juga berperan dalam menyalurkan program pemerintah, “Kami juga menyalurkan pembiayaan usaha rakyat dan melibatkan UMKM dalam expo maupun kegiatan pengembangan usaha lainnya,” tambahnya.
Lebih lanjut, Wahsi berharap program ini mampu meningkatkan kualitas UMKM, baik dari sisi produk maupun manajemen usaha.
“Harapannya UMKM bisa lebih maju, baik dari kualitas produk, kehalalan khususnya di sektor food and beverage, hingga kemampuan membuka pasar baru,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan keuangan sebagai kunci keberhasilan usaha, yang menjadi salah satu keunggulan perbankan dalam melakukan pembinaan.
“Kami berharap UMKM bisa lebih baik dalam manajemen keuangan, karena itu adalah salah satu kekuatan yang kami miliki dalam membina nasabah,” tuturnya. (ysy/wid)












