SURABAYA — Ketua Satuan Komunitas Pramuka Cabang Sekawan Persada Nusantara (Sakocab SPN) Surabaya, Nur Kholis, mengajak pemuda dari Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kecamatan Gunung Anyar memperkuat 29 karakter luhur. Ajakan itu disampaikan melalui kegiatan permainan kelompok yang melatih kekompakan di Masjid Nurul Hikmah, Gunung Anyar, Surabaya, Minggu (19/2).
Kegiatan diawali dengan ice breaking yang melibatkan seluruh peserta. Kak Nur, panggilan akrab Nur Kholis mengajak peserta berdiri dan mengikuti permainan kepramukaan “tepuk fokus” untuk melatih konsentrasi serta kerja sama. Setelah itu, peserta dibentuk dalam lingkaran besar untuk mengikuti permainan cepat tanggap, yakni saling menangkap jari teman di sebelah sambil menjaga jari sendiri agar tidak tertangkap oleh peserta lainnya.
Menurut Kak Nur, permainan sederhana tersebut memiliki nilai penting dalam membangun kekompakan, kepekaan, serta kebersamaan dalam kelompok.
“Melalui kegiatan seperti ini, kita belajar bekerja sama, fokus, dan saling menghargai dalam satu tim,” ujarnya.
Usai sesi permainan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi bertajuk “Dinamika Kelompok”. Dalam sesi ini, peserta diajak memahami pentingnya memilih teman yang baik, tidak hanya untuk kehidupan dunia, tetapi juga sebagai bekal di akhirat.

Peserta kemudian dibagi dalam kelompok untuk mendiskusikan kriteria teman yang baik. Beberapa kelompok mempresentasikan hasil diskusi mereka, dan mayoritas menyimpulkan bahwa teman yang baik adalah mereka yang memiliki dan menerapkan 29 karakter luhur dalam kehidupan sehari-hari.
Usai sesi diskusi, peserta juga mendapatkan penguatan materi mengenai pentingnya memilih lingkungan pergaulan yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Pada kesempatan tersebut, Ustaz Siswoyo mengutip Surah Ali Imran ayat 118 sebagai pengingat pentingnya selektif dalam memilih pergaulan.
“Jangan sampai kita berteman dengan orang yang justru menjauhkan kita dari kebaikan. Carilah lingkungan pergaulan yang bisa membawa kita pada hal-hal yang baik,” ujar Ustaz Siswoyo.
Ia menegaskan bahwa lingkungan pertemanan sangat memengaruhi perilaku seseorang. Menurutnya, pergaulan yang baik akan mengarahkan pada kebaikan, sedangkan pergaulan yang buruk dapat membawa dampak sebaliknya.
“Karena itu, kita boleh bergaul dengan siapa saja, tetapi teman dekat sebaiknya adalah orang-orang yang bisa saling mengingatkan dalam kebaikan,” tambahnya.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat karakter pemuda LDII, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pergaulan yang sehat dan positif dalam kehidupan sehari-hari. (kay/sof/wid)












