NGANJUK — Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ubaidah Kertosono mulai memperkuat pembinaan fisik santri sebagai bagian dari upaya menyiapkan lulusan yang mampu bersaing dalam seleksi Tentara Nasional Indonesia (TNI) maupun Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).
Langkah tersebut diperkuat melalui kunjungan bintara pembina desa (babinsa) Peltu Sumanto yang mewakili Kodim 0810 Nganjuk, Jumat (17/4/2026). Kunjungan ini sekaligus menindaklanjuti bantuan sarana olahraga Kesegaran Jasmani (Garjas) B yang diberikan kepada pihak pesantren.
Bantuan tersebut berupa fasilitas latihan sit-up dan push-up yang disesuaikan dengan standar pembinaan fisik militer. Sarana ini diharapkan dapat menunjang latihan mandiri para santri secara terukur dan berkelanjutan.
Peltu Sumanto mengatakan, pengecekan lokasi dan kesiapan sarana dilakukan untuk memastikan pemanfaatan fasilitas berjalan optimal. Menurut dia, kesiapan fisik perlu dibangun sejak dini agar memenuhi kriteria seleksi yang ketat.
“Kami meninjau penempatan alat agar santri dapat berlatih secara mandiri dan terukur. Harapannya, postur dan kemampuan fisik mereka siap jika ingin mendaftar menjadi anggota TNI atau Polri setelah lulus,” ujar Sumanto.
Pihak Ponpes Al Ubaidah menyambut baik dukungan dari Kodim 0810 Nganjuk. Sarana olahraga tersebut dinilai strategis dalam menunjang program pengembangan diri santri, khususnya dalam aspek kebugaran jasmani.
Humas Ponpes Al Ubaidah, Abdul Khohar, mengatakan bahwa pesantren tidak hanya berfokus pada pembinaan akhlak dan keilmuan, tetapi juga kesiapan fisik santri untuk menghadapi berbagai peluang di masa depan.
“Kami ingin santri tidak hanya unggul secara akhlak, tetapi juga tangguh secara fisik. Bantuan ini menjadi motivasi bagi mereka yang bercita-cita mengabdi kepada negara,” ujarnya.
Dengan adanya fasilitas tersebut, para santri diharapkan memiliki kepercayaan diri lebih tinggi untuk bersaing di tingkat nasional, baik sebagai calon prajurit TNI maupun anggota Polri.
Melalui kolaborasi ini, Ponpes Al Ubaidah dan Kodim 0810 Nganjuk berupaya membangun ekosistem pendidikan yang seimbang antara penguatan spiritual dan ketahanan jasmani, sebagai bagian dari upaya mencetak generasi muda yang siap berkontribusi bagi bangsa dan negara. (ppid/sof/wid)
