MALANG — Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) mengapresiasi kegiatan Sholat Subuh Keliling (Suling) yang digelar Pemerintah Kabupaten Malang di Pendopo Agung, Jumat (17/4/2026) dini hari. Kegiatan ini dinilai mampu memperkuat keimanan sekaligus membangun kebersamaan di tengah masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 03.30 hingga 06.00 WIB tersebut dihadiri Bupati Malang Sanusi bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta berbagai organisasi keagamaan, antara lain Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dewan Masjid Indonesia (DMI), Badan Wakaf Indonesia (BWI), Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, dan LDII. Agenda ini juga bertepatan dengan peringatan Hari Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) dan diikuti oleh para anggotanya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malang.
Ketua LDII Kabupaten Malang Subejan Subianto menilai, Subuh Keliling efektif menumbuhkan kebiasaan ibadah berjamaah, khususnya pada waktu Subuh, sekaligus mempererat sinergi antara organisasi keagamaan dan pemerintah daerah.
“Kegiatan ini sangat positif karena mampu memperkuat keimanan melalui ibadah bersama, sekaligus membangun kebersamaan antarormas dan pemerintah,” ujarnya.
Selain menjadi ajang ibadah, kegiatan ini juga diisi dengan penyerahan santunan kepada anak yatim oleh Bupati Malang yang didampingi Komandan Kodim 0818 Malang-Batu Letkol Bayu Nugroho, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Malang, serta para pimpinan organisasi keagamaan.
Dalam sambutannya, Sanusi menegaskan bahwa kegiatan Suling tetap dilaksanakan meskipun bertepatan dengan kebijakan Work From Home (WFH). Menurut dia, kegiatan tersebut merupakan bagian dari penguatan nilai keimanan dan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Kegiatan ini menjadi penguat nilai keimanan sekaligus kebersamaan. Meskipun hari ini WFH, Suling tetap berjalan sebagai bagian dari implementasi nilai-nilai dasar negara,” ujar Sanusi.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin Ketua MUI Kabupaten Malang, kemudian dilanjutkan dengan sarapan bersama di ruang Pringgitan Pendopo Agung. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi keagamaan dalam menjaga kerukunan serta mendukung pembangunan daerah. (sof/wid)












