Surabaya – DPW LDII Jawa Timur melalui Biro Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat (EPM) menggelar webinar gratis bertajuk “Peluang Rezeki Dollar dari Luar Negeri & Diskusi Ilmu Daging” pada Sabtu (18/7/2026) malam secara daring.
Ketua DPW LDII Jawa Timur, Moch. Amrodji Konawi, mengatakan perkembangan teknologi digital, terutama dengan hadirnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), telah membawa perubahan yang sangat cepat di berbagai bidang, mulai dari sosial, ekonomi, hingga budaya. Menurutnya, perubahan tersebut merupakan dinamika zaman yang harus dipahami, diikuti, dan disikapi secara bijaksana.
“Jika tidak mampu mengimbangi arus perubahan informasi dan perkembangan teknologi, maka generasi muda akan tergilas oleh zaman karena kalah bersaing dengan kompetitor yang terus meningkatkan kapasitasnya,” ujarnya.
Amrodji menegaskan, DPW LDII Jawa Timur berkomitmen mendorong kemandirian warga melalui peningkatan kompetensi di era digital, salah satunya dengan menggelar webinar tentang peluang kerja remote dan pemanfaatan teknologi sebagai sumber penghasilan.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar memberikan wawasan mengenai pekerjaan jarak jauh, tetapi juga menjadi upaya menumbuhkan jiwa kewirausahaan (entrepreneurship) di kalangan generasi muda.
“Kami ingin lahir lebih banyak entrepreneur muda yang tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi mampu menciptakan peluang kerja. Harapannya, peluang usaha tersebut dapat memberikan manfaat bagi warga LDII dan masyarakat luas, terutama usaha-usaha yang berkaitan dengan perkembangan media sosial dan ekonomi digital,” jelasnya.
Webinar menghadirkan Anna Dwi R. sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, ia berbagi pengalaman selama dua tahun berkarier sebagai remote worker dengan total 17 klien yang berasal dari Indonesia, Amerika Serikat, Kanada, Singapura, India, dan Australia. Bidang pekerjaan yang ditekuninya meliputi social media management, admin task, hingga bookkeeping.
Dalam kesempatan tersebut, Ia menekankan keberhasilan menjadi remote worker tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga pola pikir (mindset) yang tepat. Menurutnya, bekerja secara remote memiliki karakteristik yang berbeda dengan pekerjaan konvensional karena kualitas hasil kerja menjadi faktor utama dalam mempertahankan kepercayaan klien.
“Di dunia kerja remote, kita harus memberikan hasil terbaik, bahkan melebihi ekspektasi klien. Dengan begitu, mereka akan kembali menggunakan jasa kita atau memberikan rekomendasi kepada klien lain,” ujarnya.
Anna mengungkapkan, tantangan terbesar bagi pemula justru muncul saat mencari klien pertama. Dibutuhkan konsistensi dalam menawarkan jasa, membangun portofolio, serta terus meningkatkan kompetensi. Ia mengaku pernah menghubungi ratusan calon klien tanpa hasil, namun tetap konsisten melakukan pendekatan sembari mengasah keterampilan dan memperkuat portofolio.
Menurutnya, keberhasilan memperoleh klien pertama menjadi pintu masuk untuk membangun reputasi dan memperluas jaringan kerja, “Setelah memahami alur kerjanya, peluang mendapatkan klien berikutnya akan semakin terbuka,” katanya.
Di akhir sesi, Anna berpesan agar peserta fokus mengembangkan bidang yang sesuai dengan minat dan keahlian hingga menjadi kompetensi yang memiliki nilai jual, “Persaingan kerja remote sifatnya global, maka setiap individu harus memiliki keahlian yang spesifik, terus belajar, dan mampu memberikan kualitas kerja terbaik kepada klien,” pesannya.












