SURABAYA — Warga LDII Gunung Anyar mengikuti pengajian manasik haji yang digelar di Masjid Nurul Hikmah, Surabaya, Minggu (21/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembekalan bagi calon jemaah haji dalam memahami tata cara ibadah sekaligus memperkuat kesiapan mental dan spiritual.
Dalam pengajian itu, Ustaz Siswoyo mengingatkan bahwa ibadah haji merupakan rangkaian ibadah yang membutuhkan pengorbanan besar, baik dari sisi tenaga, fisik, biaya, maupun emosi. Karena itu, ia menekankan pentingnya meluruskan niat sebelum berangkat ke Tanah Suci.
“Haji itu menguras tenaga, fisik, biaya, dan emosi. Jangan sampai niat berhaji tercampur dengan keinginan mendapat pengakuan atau sebutan tertentu, seperti ingin dipanggil Pak Haji atau Abah Haji,” ujarnya.
Ia menambahkan, keikhlasan niat menjadi fondasi utama dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji. Jemaah diharapkan menjaga konsistensi niat tersebut sejak persiapan hingga kembali ke tanah air.
Selain itu, Siswoyo juga mengingatkan agar calon jemaah tidak mengabaikan amalan-amalan sunnah selama berada di Tanah Suci. Menurutnya, kesempatan beribadah di tempat yang mulia tersebut hendaknya dimanfaatkan sebaik mungkin.
“Ibadah-ibadah sunnah juga perlu diperhatikan dan dilaksanakan. Sayang jika kesempatan yang ada justru dilewatkan,” katanya.
Dalam sesi pembekalan, ia juga menyampaikan kiat praktis pelaksanaan thawaf, termasuk pentingnya mempersiapkan kondisi fisik dan kebutuhan pribadi sebelum menjalankan rangkaian ibadah.
“Sebelum thawaf, segala sesuatunya perlu dipersiapkan dengan baik, termasuk kebutuhan pribadi seperti buang air besar dan buang air kecil. Selain ikhtiar, perbanyak doa agar Allah memberikan kemudahan,” tuturnya.
Sementara itu, Dewan Penasihat PC LDII Gunung Anyar, H. Wafdullah Sholich, mengingatkan para calon jemaah untuk menjaga sikap selama berada di Tanah Suci. Menurutnya, kawasan Tanah Haram merupakan wilayah yang dimuliakan Allah SWT sehingga setiap jemaah perlu lebih berhati-hati dalam menjaga hati, ucapan, dan perbuatan.
Ia menegaskan, jemaah tidak boleh meremehkan orang lain, pamer ibadah, maupun berprasangka buruk selama berada di Tanah Suci.
“Ketika sudah berada di Mekkah, jangan meremehkan orang lain, jangan pamer, dan jangan berprasangka buruk. Kawasan Tanah Haram adalah wilayah yang dimuliakan Allah SWT. Di sana, perbanyak doa yang baik-baik dan jaga hati dari prasangka yang tidak baik kepada sesama,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa jemaah haji datang dari berbagai negara dengan latar belakang yang beragam. Karena itu, sikap sabar, rendah hati, dan saling menghormati menjadi kunci penting dalam menjalankan ibadah.
“Jangan mudah menilai atau menyalahkan orang lain. Fokuslah memperbaiki diri sendiri dan memperbanyak ibadah. Manfaatkan kesempatan berada di Tanah Suci untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT,” katanya.
Pengajian manasik haji tersebut merupakan kegiatan rutin PC LDII Gunung Anyar bagi jemaah yang telah memiliki tabungan dan nomor porsi haji, sebagai bentuk edukasi sekaligus bekal dalam mempersiapkan diri menunaikan ibadah haji di masa mendatang. (sof)












