SURABAYA — Harta yang dibagikan tidak akan mengurangi kekayaan, tetapi justru mendekatkan seseorang kepada Allah SWT dan sesama manusia. Pesan itu menjadi penekanan dalam pengajian PC LDII Gunung Anyar di Masjid Nurul Hikmah, Surabaya, Sabtu (20/6/2026).
Dalam kesempatan itu, Ustadz Siswoyo mengingatkan pentingnya menumbuhkan sikap dermawan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, kedermawanan bukan hanya soal hubungan antarsesama manusia, tetapi juga mencerminkan kualitas keimanan seorang muslim.
Ia mengutip hadis riwayat Tirmidzi yang menjelaskan keutamaan orang dermawan. Dalam hadis tersebut disebutkan bahwa orang dermawan dekat dengan Allah SWT, dekat dengan surga, dekat dengan manusia, dan jauh dari neraka. Sebaliknya, orang yang pelit digambarkan jauh dari Allah SWT, jauh dari surga, jauh dari manusia, dan dekat dengan neraka.
“Hadis ini menjadi pengingat bagi kita agar tidak hanya berfokus mengumpulkan harta, tetapi juga memanfaatkannya untuk membantu sesama. Kedermawanan adalah akhlak yang dicintai Allah SWT,” ujar Siswoyo.
Ia menambahkan, setiap rezeki yang diterima manusia pada hakikatnya mengandung hak orang lain yang perlu ditunaikan melalui sedekah, infak, maupun bentuk kepedulian sosial lainnya. Karena itu, berbagi menjadi bagian dari tanggung jawab moral sekaligus spiritual seorang muslim.
Siswoyo juga menekankan bahwa nilai sedekah tidak diukur dari besar kecilnya pemberian, melainkan dari keikhlasan hati dalam memberi. Kebiasaan berbagi, katanya, akan membentuk pribadi yang lebih peduli dan mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.
“Orang yang terbiasa berbagi akan lebih mudah membangun hubungan yang baik dengan masyarakat. Selain itu, sedekah juga menjadi salah satu amalan yang pahalanya terus mengalir dan mendatangkan keberkahan dalam kehidupan,” katanya.
Sementara itu, Dewan Penasihat PC LDII Gunung Anyar, H. Lukman Affandy, menegaskan bahwa sedekah merupakan investasi jangka panjang yang sesungguhnya. Ia mencontohkan keteladanan para sahabat Nabi seperti Khalifah Utsman bin Affan dan Abdurrahman bin Auf yang dikenal luas dengan kedermawanannya.
“Sedekah itu merupakan investasi jangka panjang. Saat seseorang bersedekah, tanpa disadari ia juga mendapatkan doa kebaikan dari orang yang dibantunya,” ujarnya.
Ia menambahkan, sedekah tidak hanya bernilai ibadah personal, tetapi juga memiliki dampak sosial yang luas karena menghadirkan rasa saling peduli dan memperkuat solidaritas di tengah masyarakat.
Melalui pengajian tersebut, Lukman berharap nilai kedermawanan dapat semakin mengakar dalam kehidupan warga, sehingga tidak hanya memperkuat hubungan antarsesama manusia, tetapi juga menjadi bekal untuk meraih keberkahan hidup di dunia dan akhirat. (sof)
