KEDIRI — Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Kediri membekali ratusan pemuda LDII dengan keterampilan dasar penanganan kebakaran, Minggu (19/4/2026). Kegiatan ini difokuskan untuk meningkatkan kesiapsiagaan generasi muda dalam menghadapi potensi kebakaran di lingkungan sekitar.
Pelatihan yang berlangsung di Masjid Sultan Aulia Abdul Aziz, Burengan, Kota Kediri, itu diikuti sekitar 150 pemuda. Mereka mendapatkan materi teori sekaligus praktik langsung di bawah bimbingan petugas Damkar.
Petugas Damkar Kota Kediri, Guntur, menekankan pentingnya tetap tenang saat menghadapi kebakaran. Menurutnya, kepanikan justru dapat memperburuk situasi karena menghambat pengambilan keputusan yang tepat.
Selain itu, peserta diminta memahami sumber api sebelum melakukan tindakan. Ia menjelaskan bahwa setiap jenis kebakaran memiliki karakteristik berbeda, sehingga penanganannya pun tidak bisa disamakan.
“Yang terpenting, utamakan keselamatan diri. Jika api sudah tidak terkendali, segera menjauh dan hubungi petugas,” ujar Guntur.
Ia juga mengingatkan pentingnya pencegahan sejak dini, seperti memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman serta penggunaan gas sesuai prosedur untuk meminimalkan risiko kebakaran di rumah tangga.

Setelah sesi pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pemadaman api. Peserta mencoba langsung teknik memadamkan api, mulai dari penggunaan alat sederhana hingga simulasi kebakaran akibat kebocoran gas.
Seluruh praktik dilakukan di bawah pengawasan petugas Damkar, sehingga peserta dapat memahami prosedur keselamatan secara tepat. Antusiasme terlihat dari banyaknya peserta yang bergantian mencoba simulasi yang diberikan.
Melalui kegiatan ini, pemuda LDII Kota Kediri diharapkan memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar dalam menghadapi situasi darurat. Selain itu, pelatihan ini juga menjadi bagian dari upaya membentuk generasi muda yang sigap, tanggap, dan bertanggung jawab terhadap keselamatan lingkungan. (kim/sof)












