SURABAYA — Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Jawa Timur menggelar Silaturahim Syawal di Aula Pondok Pesantren Sabilurrosyidin, Surabaya, Sabtu (22/6/2019). Kegiatan bertema “Memperkuat Ukhuwah Wathaniyah untuk Persatuan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia” itu dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, jajaran pejabat, serta tokoh agama.
Dalam sambutannya, Khofifah menegaskan pentingnya memperkuat kembali persaudaraan kebangsaan setelah dinamika Pemilu 2019. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membangun sinergi melalui penguatan ukhuwah wathaniyah (persaudaraan kebangsaan), ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama Muslim), dan ukhuwah insaniyah (persaudaraan sesama manusia).
“Hari ini persaudaraan kebangsaan kita membutuhkan energi untuk mensolidkan seluruh perbedaan yang mungkin muncul dalam proses demokrasi kemarin. Mari kita bangun perbedaan itu untuk menyiapkan bangsa yang lebih kuat dan mandiri,” ujar Khofifah.
Menurut dia, perbedaan pilihan politik merupakan bagian dari proses demokrasi yang harus disikapi secara dewasa. Momentum Syawal dinilai tepat untuk merekatkan kembali hubungan sosial di tengah masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Ketua DPW LDII Jawa Timur, Amien Adhy, mengatakan kegiatan silaturahim tersebut menjadi sarana mempererat persatuan bangsa pascapemilu.
“Momen setelah Idul Fitri ini kita harapkan menjadi saat yang tepat untuk saling memaafkan dan kembali menjalin ukhuwah basyariyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah Islamiyah. Harapannya bangsa ini tetap bersatu dan tidak terkotak-kotak,” kata Amien.
Ia menambahkan, LDII berkomitmen mendukung upaya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) melalui penguatan nilai-nilai kebangsaan dan persaudaraan di tengah masyarakat.
Silaturahim Syawal tersebut diisi dengan tausiyah serta ramah tamah antarundangan sebagai simbol kebersamaan dan rekonsiliasi sosial.












