JEMBER — Pengurus DPW LDII Jawa Timur bersilaturahim dengan Guru Besar Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, Prof KH M Noor Harisudin, pada Jumat (27/3/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus memperkuat komunikasi antarelemen umat Islam.
Pertemuan yang berlangsung di Pondok Pesantren Darul Hikam Jember itu merupakan bagian dari agenda Silaturahim Syawal DPW LDII Jawa Timur. Kegiatan tersebut juga dimanfaatkan untuk memperkuat hubungan antara organisasi kemasyarakatan Islam dan para tokoh umat.
Ketua DPW LDII Jawa Timur H. Moch. Amrodji Konawi mengatakan, silaturahim Syawal merupakan tradisi yang perlu terus dijaga. Menurut dia, silaturahim tidak hanya berkaitan dengan hubungan personal, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kebersamaan di antara berbagai elemen umat.
“Momen Syawal ini menjadi kesempatan yang baik untuk mempererat ukhuwah, memperkuat komunikasi, dan menjaga persatuan serta kesatuan umat Islam. Kami memandang silaturahim seperti ini penting untuk terus dirawat,” ujar Amrodji.
Menurut Amrodji, semangat yang dibangun selama Ramadan semestinya tidak berhenti setelah Idulfitri. Nilai-nilai ibadah, kepedulian sosial, dan kebersamaan, kata dia, perlu terus dilanjutkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk melalui hubungan baik dengan para ulama dan seluruh elemen masyarakat.
Ia menambahkan, komunikasi yang terjalin melalui silaturahim menjadi bagian penting dalam menjaga persatuan dan memperkuat peran umat di tengah kehidupan sosial.

Sementara itu, Prof KH M Noor Harisudin mengatakan, silaturahim antarelemen umat Islam memiliki arti penting dalam menjaga hubungan antarkelompok masyarakat. Wakil Ketua Komisi Pesantren Pengurus Pusat MUI itu menilai, komunikasi yang baik perlu terus dirawat di tengah kehidupan bermasyarakat.
“Silaturahim seperti ini sangat penting, karena menjadi sarana untuk menjaga hubungan baik, memperkuat kebersamaan, dan membangun semangat persatuan di tengah umat,” kata Noor Harisudin.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara tokoh agama dan organisasi kemasyarakatan Islam dalam menghadapi berbagai tantangan sosial. Menurut dia, penguatan nilai-nilai keagamaan, pendidikan karakter, serta pembinaan generasi muda memerlukan keterlibatan bersama dari berbagai unsur umat.
Noor Harisudin menambahkan, perbedaan latar belakang organisasi tidak seharusnya menjadi penghalang untuk membangun kebersamaan. Sebaliknya, perbedaan dapat menjadi bagian dari upaya saling melengkapi dalam menghadirkan kontribusi bagi masyarakat. (sof/wid)












