SURABAYA — DPD LDII Surabaya menggerakkan warganya untuk berlomba meraih “5 Sukses Ramadan” selama bulan suci. Program tersebut menjadi agenda rutin tahunan sebagai bagian dari pembinaan spiritual sekaligus penguatan kepedulian sosial warga.
Wakil Ketua DPD LDII Surabaya Nur Kholis menjelaskan, lima sukses itu meliputi sukses puasa, sukses shalat tarawih, sukses tadarus Al Quran, sukses meraih lailatul qadar, serta sukses menunaikan zakat fitrah. Menurut dia, Ramadan harus dimaknai sebagai momentum peningkatan kualitas diri, bukan sekadar rutinitas ibadah tahunan.
“Ramadan adalah bulan pembinaan. Kami ingin warga benar-benar memaksimalkan ibadah dan memperbaiki diri,” ujar Nur Kholis saat acara Media Gathering bersama puluhan wartawan di Kantor DPD LDII Surabaya, Jumat (28/2).
Memasuki sepuluh malam terakhir, seluruh jamaah di masjid naungan LDII diimbau mengikuti i’tikaf mulai usai shalat tarawih hingga menjelang subuh. I’tikaf dipandang sebagai sarana muhasabah dan penguatan spiritual untuk meraih keutamaan malam lailatul qadar.
“I’tikaf menjadi momentum evaluasi diri. Sepuluh malam terakhir harus dimanfaatkan sebaik mungkin,” katanya.
Selain peningkatan kualitas ibadah, LDII Surabaya juga menggelar santunan bagi anak yatim. Seiring meningkatnya jumlah penerima manfaat, penyaluran santunan dilakukan oleh masing-masing PC dan PAC se-Surabaya.
Nur Kholis menegaskan, santunan tersebut dihimpun secara mandiri dari warga LDII sebagai wujud gotong royong internal. Dengan skema desentralisasi, kegiatan tidak terpusat di satu lokasi dan jangkauan penerima manfaat menjadi lebih luas. Ia berharap, nilai-nilai yang dibangun melalui gerakan “5 Sukses Ramadan” tidak berhenti setelah Idul Fitri.
“Harapannya, lahir pribadi yang lebih disiplin, berakhlak, dan memiliki solidaritas sosial yang kuat,” ujarnya. (sof/wid)












