MAGETAN — DPD LDII Magetan menjajaki penguatan sinergi dengan Komando Distrik Militer (Kodim) 0804/Magetan melalui audiensi yang digelar pada Senin (21/4). Pertemuan berlangsung di Markas Kodim 0804 dan diterima langsung oleh Dandim, Letkol Inf. Omi Girindra Sasmito.
Ketua DPD LDII Magetan, H. Joko Pramono, dalam silaturahmi itu juga menyampaikan hasil Musyawarah Daerah (Musda) VIII LDII Magetan dan Musyawarah Nasional (Munas) X LDII. Hasil forum tersebut, menurut dia, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan TNI, dalam membina masyarakat.
“Kami ingin menyelaraskan gerak organisasi dengan program pembinaan teritorial TNI. LDII siap menjadi mitra strategis dalam merawat umat sekaligus menjaga keutuhan NKRI, khususnya di Magetan,” ujar Joko.

Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas sejumlah agenda strategis yang berpotensi dikerjakan bersama. Salah satunya penguatan wawasan kebangsaan melalui sosialisasi nilai-nilai Pancasila dan penangkalan radikalisme di lingkungan pesantren serta majelis taklim. LDII juga mengusulkan program Pesantren Bela Negara sebagai upaya membentuk santri yang religius sekaligus nasionalis.
Selain itu, sinergi diarahkan pada kesiapsiagaan bencana. LDII menyatakan kesiapan berkolaborasi dengan Kodim dalam pembentukan tim tanggap darurat, termasuk dukungan dapur umum dan evakuasi saat terjadi bencana.
Isu deradikalisasi turut menjadi perhatian. Kedua pihak mendorong penguatan dialog kebangsaan dan penyusunan narasi tandingan untuk menangkal paham ekstrem. Pembinaan dilakukan melalui peran ulama, dengan dukungan pendekatan teritorial TNI.
Pembinaan generasi muda juga masuk dalam agenda kerja sama. Kodim diharapkan memberikan pelatihan kedisiplinan dan kepemimpinan melalui kegiatan seperti latihan dasar kepemimpinan siswa (LDKS) dan Pramuka Saka Wira Kartika, yang dipadukan dengan pembinaan karakter oleh LDII.
Di bidang pengamanan, LDII meminta dukungan Kodim dalam kegiatan keagamaan berskala besar. Sebaliknya, LDII melalui jejaring masyarakatnya menyatakan siap berkontribusi menjaga kondusivitas wilayah, termasuk saat momentum nasional seperti pemilu dan peringatan kemerdekaan.
Adapun di ranah digital, kedua pihak sepakat mendorong literasi informasi dan budaya tabayun guna menangkal hoaks. Produksi konten yang memperkuat persatuan menjadi salah satu fokus kolaborasi ke depan.
Menanggapi hal tersebut, Dandim 0804/Magetan Letkol Inf. Omi Girindra Sasmito menyambut positif inisiatif LDII. Ia menilai keterlibatan organisasi kemasyarakatan menjadi elemen penting dalam menjaga stabilitas wilayah.
“TNI tidak bisa bekerja sendiri. Sinergi dengan seluruh komponen bangsa, termasuk LDII, sangat diperlukan. Program yang disampaikan juga menyentuh langsung masyarakat,” kata Omi.
Ia menambahkan, jajaran Kodim siap menindaklanjuti kerja sama tersebut melalui pertemuan teknis. Peran bintara pembina desa (babinsa) di tingkat koramil juga akan dioptimalkan untuk mendampingi kegiatan masyarakat.
Audiensi berlangsung ditutup dengan komitmen bersama untuk merealisasikan rencana kolaborasi melalui langkah-langkah teknis di lapangan. (zain/sof/wid)












