SEMARANG — Upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dinilai tak cukup hanya mengandalkan aparat. Organisasi kemasyarakatan keagamaan pun didorong mengambil peran. Atas dasar itu, Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Jawa Tengah menggagas Pelatihan Dai Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) bekerja sama dengan Polda Jawa Tengah.
Gagasan tersebut disampaikan dalam audiensi jajaran DPW LDII Jawa Tengah dengan Direktorat Pembinaan Masyarakat (Binmas) Polda Jateng di Semarang, Selasa (26/7). Ketua DPW LDII Jawa Tengah, Tri Sulistyono, mengatakan keamanan dan ketertiban merupakan fondasi utama pembangunan sekaligus prasyarat terciptanya kehidupan beragama yang kondusif.
“Para dai diharapkan tidak hanya menyampaikan ajaran agama, tetapi juga mampu mengedukasi umat terkait pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujarnya.
Menurut Tri, dinamika sosial yang kian kompleks menuntut para penyampai dakwah memiliki wawasan kebangsaan dan pemahaman kemasyarakatan yang memadai. Dengan pembekalan tersebut, dai diharapkan dapat menjadi agen edukasi yang mendorong terciptanya lingkungan aman dan nyaman.
Direktur Binmas Polda Jateng Komisaris Besar Polisi Lafri Prasetyono menyambut baik inisiatif itu. Ia menilai kolaborasi antara kepolisian dan tokoh agama menjadi bagian penting dari strategi pencegahan gangguan keamanan.
“Kepolisian tidak dapat bekerja sendiri. Dukungan ulama dan elemen masyarakat sangat diperlukan untuk membangun kesadaran bersama dalam menjaga ketertiban,” katanya.
Dalam pertemuan itu juga dibahas penguatan kemitraan melalui Forum Komunikasi Polisi dan Masyarakat (FKPM), sebagai wadah komunikasi antara aparat dan masyarakat terkait isu keamanan dan ketertiban.
DPW LDII Jawa Tengah menargetkan pelatihan Dai Kamtibmas dapat direalisasikan setelah koordinasi teknis lanjutan dilakukan. Program tersebut diharapkan menjadi langkah konkret memperkuat sinergi antara dakwah keagamaan dan upaya menjaga stabilitas sosial di tingkat masyarakat.












