SEMARANG — Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Semarang menyatakan komitmennya mendukung upaya Pemerintah Kota Semarang dalam menekan penyebaran Covid-19 yang hingga pertengahan Juni belum menunjukkan tren melandai.
Ketua LDII Kota Semarang Suhindoyo menegaskan, seluruh warga LDII diminta disiplin menerapkan protokol kesehatan, seperti mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak fisik, mengenakan masker, serta menghindari kerumunan.
“Kami telah menginstruksikan kepengurusan di tingkat DPD, pimpinan cabang, pimpinan anak cabang, hingga masjid dan majelis taklim binaan untuk mendukung program pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” ujar Suhindoyo saat memberikan arahan kepada pengurus harian LDII Kota Semarang dan perwakilan Polrestabes, Selasa (9/6).
Menurut dia, LDII juga menjalankan kebijakan pemerintah pusat, provinsi, dan kota, termasuk fatwa Majelis Ulama Indonesia serta maklumat Kapolri terkait tata cara beribadah di masa pandemi. Sejumlah kegiatan yang berpotensi mengumpulkan massa dialihkan menjadi pertemuan virtual.
“Selama pembatasan sosial diterapkan, berbagai kegiatan kami lakukan melalui telekonferensi dan dari rumah masing-masing untuk menjaga suasana tetap kondusif,” katanya.
Menjelang pelaksanaan Pilkada 2020 pada Desember serta Musyawarah Daerah (Musda) LDII Kota Semarang yang direncanakan November, pihaknya masih memantau perkembangan situasi. Opsi pelaksanaan secara langsung dengan pembatasan ketat atau secara virtual masih dibahas.
Suhindoyo berharap kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan dapat membantu Kota Semarang keluar dari tekanan pandemi dan menjaga stabilitas sosial di tengah situasi yang dinamis.












