LDII JAWA TIMUR
  • BERANDA
  • BERITA
    • NASIONAL
    • SEPUTAR JATIM
    • LINTAS DAERAH
  • TENTANG KAMI
    • SEJARAH ORMAS LDII
    • SUSUNAN PENGURUS DPW LDII JAWA TIMUR 2025-2030
    • SUSUNAN PENGURUS WANITA LDII JAWA TIMUR
    • SUSUNAN PENGURUS PEMUDA LDII JAWA TIMUR
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BERITA
    • NASIONAL
    • SEPUTAR JATIM
    • LINTAS DAERAH
  • TENTANG KAMI
    • SEJARAH ORMAS LDII
    • SUSUNAN PENGURUS DPW LDII JAWA TIMUR 2025-2030
    • SUSUNAN PENGURUS WANITA LDII JAWA TIMUR
    • SUSUNAN PENGURUS PEMUDA LDII JAWA TIMUR
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
No Result
View All Result
LDII JAWA TIMUR
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Johannes A. A. Rumesser: Enam Tabiat Luhur, Sempurna untuk Membangun Tim

Widi Yunani by Widi Yunani
20 Februari 2026
in NASIONAL, RAPIMNAS LDII
11 0
0
Ketua Himpunan Psikologi Indonesia HIMPSI Wilayah Jakarta Dr Johannes A A Rumesser MPsi menyampaikan materi tentang pembangunan tim efektif saat menjadi narasumber dalam Rapimnas LDII 2014 di Jakarta Foto LINES

Ketua Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Wilayah Jakarta Dr. Johannes A. A. Rumesser, M.Psi menyampaikan materi tentang pembangunan tim efektif saat menjadi narasumber dalam Rapimnas LDII 2014 di Jakarta. Foto: LINES

10
SHARES
11
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

JAKARTA — Tim yang efektif tidak lahir hanya dari seperangkat aturan yang dirancang untuk mendisiplinkan anggotanya. Lebih dari itu, karakter dan sikap setiap individu menjadi fondasi utama dalam membentuk tim yang solid dan berdaya saing.

Hal itu disampaikan Ketua Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Wilayah Jakarta, Dr. Johannes A. A. Rumesser, M.Psi, saat menjadi narasumber dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) LDII 2014, Rabu (14/5).

Menurut Johannes, tim efektif atau outstanding team setidaknya memiliki tiga unsur penting, yakni pembagian tugas yang jelas, dinamika tim yang sehat, serta individu yang memiliki keterampilan.

“Semua komponen ini saling berkaitan. Jika berjalan dengan baik, maka jiwa persekutuan dalam tim akan sehat,” ujar Johannes, yang juga Dekan Fakultas Humaniora Universitas Bina Nusantara.

Ia mengibaratkan tim seperti sebuah kesebelasan sepak bola. Setiap orang memiliki peran, komitmen, serta kesepakatan bersama untuk mencapai visi dan misi. Tanpa kejelasan peran dan arah, tim akan mudah goyah ketika menghadapi tantangan.

Setelah tim terbentuk secara solid, tahap berikutnya adalah membangun winning team. Menurut Johannes, tim pemenang ditandai dengan kejujuran, kejelasan sasaran, serta titik pencapaian yang terukur. Selain itu, proses pengambilan keputusan harus berlangsung efektif dengan pembagian tanggung jawab yang jelas dan terbuka untuk dievaluasi.

Sebaliknya, losing team memiliki karakter anggota yang cenderung menonjolkan diri sendiri dan lebih memilih kompromi ketimbang mencari solusi terbaik. Dalam kondisi tersebut, kerap muncul dua fenomena, yakni groupthink—munculnya kelompok kecil dominan dalam tim—serta social loafing, ketika individu tidak menjalankan peran secara optimal dan sekadar “menempel” dalam tim.

Johannes menjelaskan, setiap tim pada umumnya akan melewati empat fase perkembangan, yakni pembentukan, badai konflik, pembangunan kepercayaan, hingga akhirnya mencapai kesolidan. Tim yang baik, lanjut dia, tidak hanya menghasilkan kinerja luar biasa, tetapi juga memiliki proses interaksi yang produktif serta pengalaman kerja yang menyenangkan bagi para anggotanya.

Dalam konteks kualitas individu, Johannes menekankan pentingnya enam tabiat luhur, yakni jujur, amanah, bekerja keras, hemat, rukun, dan mampu bekerja sama dengan baik. Interaksi antarindividu harus dilandasi komunikasi terbuka, penghargaan terhadap perbedaan, serta kerja sama yang sehat. Organisasi yang kuat juga ditopang oleh sasaran kerja yang jelas, pembagian peran yang tegas, dan ruang kebebasan berpendapat.

Di ujung keseluruhan proses tersebut, peran pemimpin menjadi faktor penentu. Pemimpin, kata Johannes, harus berani mengambil tanggung jawab dan keputusan, serta mampu menjadi teladan.

“Jika pemimpin mampu memberikan contoh, bukan sekadar berbicara, maka kehormatan dari anggota adalah sebuah keniscayaan,” ujarnya.

Menurut dia, tim yang efektif juga ditandai dengan kemampuan anggota menemukan titik temu secara cepat serta memiliki komitmen untuk terus menjadi lebih baik dari hari ke hari.

“Jika Anda menginginkan tim yang efektif, maka kombinasi antara keefektifan kinerja tim dan kualitas sumber daya yang baik adalah sebuah keharusan,” kata Johannes menutup paparannya dalam Rapimnas LDII 2014 tersebut.

Tags: ENAM TABIAT LUHURRAPIMNAS LDIITIM KERJA

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
5 sukses ramadhan

Kunci 5 Sukses Ramadhan

7 April 2022
Sejarah dan Profil Pondok Pesantren Wali Barokah Kediri

Sejarah dan Profil Pondok Pesantren Wali Barokah Kediri

10 November 2016
Foto httpdakwahislamnet

Keutamaan Membaca Al-Qur’an di Bulan Ramadhan

8 Juni 2016
⁠⁠⁠Profil Pondok Pesantren Gadingmangu

⁠⁠⁠Profil Pondok Pesantren Gadingmangu

10 November 2016
workshop digital marketing ldii bangkalan

Gelar Workshop Digital Marketing, LDII Bangkalan Dorong Generasi Muda Jadi Entrepreneur

10
Pelatihan rukyatul hilal untuk penentuan 1 Syawal oleh DPW LDII Jawa Timur pada Sabtu 154 di Gedung DPD LDII Gresik Dok Lines

Persiapan Idul Fitri, LDII Jatim Adakan Pelatihan Penentuan Hilal Awal Syawal

8
Prof Dr Ir Dedid Cahya Happyanto MT dikukuhkan sebagai Guru Besar Politeknik Elektronika Negeri Surabaya PENS di Ruang Auditorium Gedung Pascasarjana PENS Surabaya Selasa 213 Dok LINES

Kembangkan Mobil Listrik, Ketua Persinas ASAD Jatim Dikukuhkan Jadi Guru Besar ke-4 PENS

7
Ketua DPW LDII Amrodji Konawi didampingi pengurus harian saat silaturahim Syawal di Kediaman KH Hasan Mutawakkil Alalloh Ketum MUI Jatim di Probolinggo pada 25 April 2023

Safari Silaturahim Syawal LDII Jatim untuk Pererat Ukhuwah Islamiyah

6
Ketua PWNU Jatim KH Abdul Hakim Mahfudz Gus Kikin menyambut Ketua DPW LDII Jatim H Moch Amrodji Konawi kanan di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang Sabtu 2832026 Foto LINES Jatim

Silaturahim Syawal LDII Jatim ke Tebuireng, Rawat Kebersamaan Umat

29 Maret 2026
Pengurus DPW LDII Jatim saat silaturahim ke Ketua Umum Pengurus Pusat MUI Gus War di Kediri Foto LINES Jatim

Jelang Munas X 2026, LDII Jatim Silaturahim ke Ketua Umum MUI

29 Maret 2026
Silaturahim Syawal pengurus DPW LDII Jawa Timur dengan Wakil Ketua Umum MUI Jawa Timur Prof KH Halim Soebahar di Jember Foto LINES Jatim

LDII Jatim Silaturahim ke Waketum MUI Jatim, Perkuat Pembinaan Umat

28 Maret 2026
Pengurus DPW LDII Jatim saat bersilaturahim dengan Prof KH Noor Harisudin di Jember Foto LINES Jatim

Silaturahim Syawal LDII Jatim, Jaga Komunikasi dan Kebersamaan Umat

29 Maret 2026

Komentar Terkini

  • Anonim pada Ketua PCNU Kediri: Ramadan Ajarkan Kesabaran dan Toleransi
  • Zidane Alfin pada Menjelang Buka Puasa, Warga LDII Wonocolo Latihan Pencak Silat Bersama PERSINAS ASAD
  • Lilik Indarti pada LDII Bangkalan Salurkan 75 Paket Santunan Ramadan untuk Anak Yatim dan Keluarga Beruntung
  • Yadi pada Bawa Hidangan dalam Rantang, Wali Kota Mojokerto Buka Puasa Bersama Warga LDII
  • Adi Kurniawan pada Terpilih Aklamasi, H. Suhartono Kembali Nakhodai LDII Kota Mojokerto
  • BERANDA
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • TERM OF SERVICE
  • KEBIJAKAN PRIVASI
Hubungi: 031-8285518

© 2025 Biro Komunikasi, Informasi dan Media - DPW LDII Jawa Timur.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BERITA
    • NASIONAL
    • SEPUTAR JATIM
    • LINTAS DAERAH
  • TENTANG KAMI
    • SEJARAH ORMAS LDII
    • SUSUNAN PENGURUS DPW LDII JAWA TIMUR 2025-2030
    • SUSUNAN PENGURUS WANITA LDII JAWA TIMUR
    • SUSUNAN PENGURUS PEMUDA LDII JAWA TIMUR
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI

© 2025 Biro Komunikasi, Informasi dan Media - DPW LDII Jawa Timur.