BANYUWANGI — Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Banyuwangi memperkuat strategi publikasi menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) VIII tahun 2026. Langkah ini dilakukan melalui rapat koordinasi (Rakor) Bidang Komunikasi, Informasi, dan Media (KIM) di sekretariat DPD LDII Banyuwangi, Senin (13/4/2026).
Penguatan publikasi dilakukan agar seluruh rangkaian kegiatan Musda tersampaikan secara luas. Rakor juga menjadi forum konsolidasi antara Bidang KIM dan Kelompok Kerja LINES (LDII News Network).
Ketua DPD LDII Banyuwangi, Astro Junaedi, mengatakan, strategi komunikasi yang terarah diperlukan agar pesan organisasi dapat diterima masyarakat secara utuh.
“Publikasi bukan hanya soal menyampaikan informasi, tetapi juga bagaimana membangun pemahaman dan kepercayaan masyarakat. Karena itu, perlu strategi yang terencana dan terukur,” ujar Astro.
Ia menambahkan, Musda VIII dijadwalkan berlangsung pada 22 April 2026 di Pendopo Sabha Swagata Blambangan. Panitia juga tengah mengupayakan kehadiran Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, untuk membuka acara secara resmi.
Ketua Pelaksana Musda, Suhariyanto, menekankan bahwa keberhasilan publikasi sangat bergantung pada soliditas tim. Menurut dia, koordinasi yang kuat akan menentukan efektivitas penyebaran informasi.
“Semua unsur harus bergerak bersama. Jika tim solid, pesan yang disampaikan juga akan lebih kuat dan tepat sasaran,” katanya.
Dalam rakor tersebut, Bidang KIM bersama tim teknologi informasi mendapat mandat untuk mengoptimalkan kanal digital, termasuk media sosial dan platform video. Konten yang disiapkan mencakup dokumentasi kegiatan kolaboratif LDII dengan pemerintah daerah dan instansi terkait, serta aktivitas sosial kemasyarakatan.
Selain itu, panitia berencana menghimpun video ucapan dari sejumlah pejabat daerah sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan Musda. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara LDII dan pemangku kepentingan di Banyuwangi.
Musda VIII LDII Banyuwangi mengusung tema “Penguatan SDM Profesional Religius yang Berdaya Saing untuk Pembangunan Berkelanjutan Menuju Banyuwangi Sejahtera.” Agenda ini tidak hanya menjadi forum evaluasi program kerja, tetapi juga momentum penetapan kepengurusan baru serta perumusan arah kebijakan organisasi ke depan.
Melalui penguatan strategi publikasi ini, LDII Banyuwangi menargetkan pelaksanaan Musda yang lebih terbuka, informatif, dan mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas. (sof/wid)












