GRESIK — Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, membuka Musyawarah Daerah (Musda) X Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Gresik, Selasa (14/4). Dalam kesempatan itu, ia mendorong peran organisasi kemasyarakatan dalam menjaga stabilitas sosial dan kerukunan di tengah tantangan global yang kian kompleks.
Dalam sambutannya, Asluchul Alif mengapresiasi kontribusi LDII dalam pembangunan daerah, khususnya dalam pembinaan umat dan penguatan akhlak masyarakat. Ia menilai, kerukunan antarumat beragama di Gresik telah terjalin erat dan menjadi modal penting dalam menjaga kondusivitas wilayah.
“Sesama umat beragama maupun lintas agama di Gresik sudah saling bergandengan tangan. Ini menjadi kekuatan besar bagi daerah,” ujarnya di gedung DPD LDII Gresik tersebut.
Ia juga menyoroti dinamika global yang perlu direspons secara bijak, mulai dari konflik geopolitik di Timur Tengah, ketidakpastian ekonomi global, hingga perubahan tatanan perdagangan dunia. Menurut dia, kondisi tersebut menuntut masyarakat untuk lebih adaptif, tangguh, serta memiliki daya saing.
Selain itu, ia mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi informasi di ruang digital. “Informasi yang beredar di media sosial harus disikapi dengan cermat. Jangan langsung dipercaya tanpa verifikasi,” katanya.
Dalam konteks tersebut, ia menegaskan bahwa LDII memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai lembaga dakwah, tetapi juga sebagai mitra pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas sosial, memperkuat ketahanan moral, serta membangun karakter masyarakat yang berintegritas, disiplin, dan mandiri.

Ketua DPW LDII Jawa Timur, Moch Amrodji Konawi, menegaskan bahwa Musda X menjadi momentum untuk memperkuat peran LDII dalam mendukung program pemerintah daerah, khususnya dalam menjaga stabilitas sosial di tengah berbagai tantangan global.
Ia menjelaskan, Musda merupakan forum strategis untuk mengevaluasi kinerja organisasi sekaligus menyusun arah kebijakan lima tahun ke depan, termasuk memastikan seluruh program LDII selaras dengan kebijakan pemerintah daerah.
Menurut Amrodji, penguatan nilai-nilai kebangsaan menjadi prioritas utama, yang diwujudkan melalui peningkatan komunikasi dan sinergi, baik secara vertikal maupun horizontal, di seluruh tingkatan organisasi.
“Kerja sama dengan pemerintah daerah harus terus diperkuat. LDII berkomitmen untuk ikut menjaga kondusivitas wilayah serta memperkuat kerukunan antarumat beragama,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh jajaran LDII, mulai dari DPD, PC hingga PAC, harus aktif mendukung dan membersamai program Pemerintah Kabupaten Gresik.
“Jangan sampai muncul sikap antagonis. Justru LDII harus menjadi bagian dari solusi dalam menjaga stabilitas dan membantu pemerintah daerah,” kata Amrodji.
Sementara itu, Ketua DPD LDII Gresik, Abdul Muis Zuhri, menyebut keterlibatan LDII dalam berbagai program daerah selama ini berjalan seiring dengan upaya pemerintah menjaga ketertiban dan kerukunan masyarakat.
Ia menuturkan, komunikasi dengan sejumlah elemen terus dilakukan, mulai dari Majelis Ulama Indonesia, Forum Kerukunan Umat Beragama, hingga organisasi keagamaan seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah. Koordinasi juga dilakukan bersama aparat keamanan dalam menjaga situasi yang kondusif.
“Di lapangan, yang kami jaga itu bagaimana masyarakat tetap rukun. Komunikasi dengan berbagai pihak itu berjalan,” ujarnya.
Menurut dia, pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan dakwah yang lebih menyejukkan di tengah masyarakat.
“Harapannya, suasana yang sudah rukun ini bisa terus terjaga,” kata Abdul Muis. (sof/wid)
