BANYUWANGI — Ketua Wanita Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Banyuwangi, Tutik Andayaningrum, menegaskan pentingnya menghadirkan keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari untuk membentuk karakter generasi muda melalui peran vital keluarga dan figur ibu.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Pengajian Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H yang digelar Pemerintah Kabupaten Banyuwangi di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Kamis (10/9/2026).
“Keteladanan tidak cukup hanya dibicarakan atau diajarkan melalui nasihat. Nilai tersebut perlu ditunjukkan melalui sikap dan kebiasaan orangtua sehingga anak dapat melihat dan merasakannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Tutik.
Menurutnya, rumah merupakan tempat pertama seorang anak belajar tentang kebaikan. Dari seorang ibu, anak mengenal nilai-nilai dasar seperti menyayangi, menghormati, berbagi, dan peduli kepada sesama. Bagi kaum perempuan, peran ini sangat krusial karena keluarga menjadi ruang utama pembentukan karakter dasar anak.
Dalam acara yang turut dihadiri Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dan berbagai elemen masyarakat tersebut, jajaran Wanita LDII Banyuwangi juga menyampaikan komitmennya untuk mendukung program pembangunan daerah. Fokus dukungan diarahkan pada sektor pemberdayaan perempuan, penguatan ketahanan keluarga, serta pembinaan generasi muda.
Tutik berharap semangat kepedulian, kebersamaan, dan tradisi bergotong royong yang dipupuk dari skala keluarga kelak dapat meluas ke tengah masyarakat hingga menjadi kekuatan bersama dalam memajukan daerah. (kim/sof/wid)












