BOJONEGORO — Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Bojonegoro berkomitmen mendukung program pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan. Komitmen tersebut disampaikan dalam Musyawarah Daerah (Musda) X LDII Bojonegoro di Gedung Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Kamis (5/11/2026).
Musda bertema “Membangun Kualitas Sumber Daya Manusia Profesional Religius, Berdaya Saing, dan Bertransformasi Menuju Bojonegoro Bahagia Makmur Membanggakan” itu dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bojonegoro Edi Susanto. Agenda lima tahunan tersebut membahas evaluasi kinerja kepengurusan, penyusunan program kerja, serta pemilihan pengurus untuk periode berikutnya.
Dalam sambutannya, Edi mengapresiasi kontribusi berbagai elemen masyarakat, termasuk LDII, dalam mendukung pembangunan daerah. Ia menegaskan bahwa sektor pertanian menjadi salah satu program prioritas Pemkab Bojonegoro.
“Pertanian menjadi salah satu program prioritas Pemkab Bojonegoro. Pemerintah daerah juga terus mengupayakan peningkatan produktivitas melalui penyiapan bibit dan dukungan pertanian,” kata Edi.
Ia mengatakan, capaian produksi padi Bojonegoro saat ini menjadi salah satu yang tertinggi di Jawa Timur. Ke depan, Bupati Bojonegoro menargetkan produksi padi daerah tersebut mampu melampaui Kabupaten Indramayu.
Edi menjelaskan, luas lahan sawah di Bojonegoro mencapai sekitar 125.000 hektare. Dari jumlah tersebut, sekitar 80.000 hektare telah ditetapkan sebagai Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).
Menurutnya, optimalisasi bibit dan dukungan pemerintah diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian meskipun luas lahan Bojonegoro masih di bawah Indramayu.
“Mudah-mudahan walaupun luas areanya di bawah Indramayu tapi nanti dengan bibit, support, dan sebagainya bisa menutupi,” tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris DPW LDII Jawa Timur Bambang Raditya Purnomo menegaskan bahwa LDII siap menyelaraskan program organisasi dengan prioritas pembangunan pemerintah daerah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui delapan klaster kontribusi LDII, yakni kebangsaan, keagamaan, pendidikan, kesehatan dan herbal, ekonomi syariah, ketahanan pangan dan lingkungan hidup, teknologi digital, serta energi baru terbarukan.
“Melalui delapan klaster ini, kami berupaya menyelaraskan program LDII dengan prioritas pembangunan daerah,” kata Bambang. Ia juga mengapresiasi dukungan Pemkab Bojonegoro yang telah memfasilitasi penyelenggaraan Musda X LDII di gedung pemerintah kabupaten.
Ketua DPD LDII Kabupaten Bojonegoro Edi Arto mengungkapkan, sekitar 90 persen pengurus Pimpinan Cabang (PC) dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII berprofesi sebagai petani. Sebagian besar di antaranya tinggal di wilayah selatan Bojonegoro, terutama di kawasan hutan dan persawahan.
Menurutnya, keterlibatan warga LDII dalam sektor pertanian turut mendukung capaian produksi padi di Bojonegoro. Ia menyebut sekitar 230 PC dan PAC LDII memiliki warga yang berkontribusi dalam sektor tersebut.
“Sehingga mudah-mudahan kalau pada 2026 Bojonegoro menjadi salah satu kabupaten penghasil padi tertinggi di Jawa Timur. Insyaallah 230 dari PC, PAC kami itu berkontribusi, Pak Sekda,” ujar Edi Arto.
Ia berharap kontribusi tersebut dapat terus ditingkatkan sehingga Bojonegoro tidak hanya mempertahankan posisinya sebagai salah satu daerah penghasil padi terbesar di Jawa Timur, tetapi juga mampu menjadi daerah penghasil padi tertinggi di Indonesia.
“Jadi kami siap insyaallah untuk menyukseskan. Semoga di masa mendatang Bojonegoro bisa menjadi lumbung pangan penghasil padi tertinggi di Indonesia. Bismillah, insyaallah,” imbuhnya. (ag/sof/wid)












