KOTA BATU – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Kota Batu mendukung penguatan kerukunan umat beragama dan kebersamaan masyarakat melalui pengajian serta majelis zikir dan selawat bersama Gus Iqdam. Kegiatan yang digelar dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Kota Batu itu berlangsung di Balai Kota Among Tani, Minggu (1/11/2026).
Ketua DPD LDII Kota Batu, Yusron Ubaidillah, yang hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan, pengajian dan majelis zikir menjadi sarana mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat kerukunan masyarakat. Menurutnya, kebersamaan pemerintah, tokoh agama, dan organisasi kemasyarakatan perlu terus dijaga.
“Melalui kegiatan keagamaan seperti ini, kita bisa memperkuat ukhuwah dan menjaga kerukunan. Harapannya, masyarakat Kota Batu semakin kompak dan bersama-sama mendukung pembangunan daerah,” ujar Yusron.
Ia juga menilai tema HUT ke-25 Kota Batu mengingatkan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada kemajuan ekonomi, tetapi juga harus memperhatikan kelestarian lingkungan.
“Menjaga alam merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, diperlukan kepedulian dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat agar Kota Batu tetap menjadi daerah yang nyaman, harmonis, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang,” tambahnya.
Menurut Yusron, kehadiran LDII Kota Batu merupakan bagian dari partisipasi organisasi kemasyarakatan dalam mendukung program pemerintah daerah.
“Harapan LDII, sinergi lintas elemen ini supaya terus dijaga untuk mewujudkan Kota Batu yang rukun, harmonis, dan berkelanjutan,” tuturnya.

Sementara itu, Wali Kota Batu H. Nurochman mengajak masyarakat untuk memperkuat kepedulian terhadap lingkungan dan nilai-nilai keagamaan. Ajakan tersebut sejalan dengan tema peringatan tahun ini, yakni “Bangkit Bersama Menjaga Alam Raya untuk Kota Batu yang Berkelanjutan”.
Menurutnya, perjalanan seperempat abad Kota Batu sebagai daerah otonom telah melewati berbagai dinamika, tantangan, dan capaian pembangunan, “Karena itu, peringatan hari jadi tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun daerah,” ucap Nurochman dalam sambutannya.
Nurochman menegaskan, pembangunan Kota Batu tidak cukup hanya berorientasi pada kemajuan ekonomi. Kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dan kehidupan spiritual masyarakat juga harus menjadi perhatian.
“Pesan menjaga alam menjadi pengingat bahwa kelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama demi keberlanjutan Kota Batu bagi generasi mendatang,” kata Nurochman.
Pengajian yang merupakan bagian dari rangkaian peringatan seperempat abad Kota Batu ini menghadirkan Gus Iqdam bersama tim Sabilu Taubah. Hadir pula jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala organisasi perangkat daerah (OPD), tokoh agama, pimpinan instansi vertikal, serta masyarakat Kota Batu dan sekitarnya. (cak/wid).












