JAKARTA — Sebanyak 60 generasi muda LDII ikut serta dalam aksi World Cleanup Day Indonesia (WCDI) 2026 di kawasan Car Free Day (CFD) Jakarta, Minggu (20/9/2026). Mereka memungut sampah untuk menjaga kebersihan lingkungan.
Ketua DPP LDII Bidang Pengabdian Masyarakat (Penamas) Ruly Bernaputra mengatakan, keterlibatan generasi muda LDII dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dakwah bil hal, yakni menyampaikan nilai kebaikan melalui tindakan nyata.
“Kami menerjunkan 60 generasi muda LDII berpartisipasi dalam kegiatan internasional dan nasional itu,” ujar Ruly.
Menurut Ruly, keikutsertaan LDII sejalan dengan gerakan WCDI yang mendorong kepedulian terhadap lingkungan melalui pengurangan sampah dari tingkat masyarakat. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari pelaksanaan “8 Bidang Pengabdian LDII untuk Bangsa”.
“Partisipasi kami dalam WCDI bukan sekadar kegiatan simbolis yang ditujukan untuk hari ini saja. Ini juga menjadi imbauan berkelanjutan di LDII,” katanya.
Ia mengatakan, kepedulian terhadap lingkungan perlu dilakukan secara berkesinambungan di tengah persoalan sampah dan pemanasan global. Menurutnya, gerakan sederhana di masyarakat dapat menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan.
“Ini juga merupakan bentuk praktik dakwah bil hal. Bumi ini makin panas dan sampahnya makin banyak. Kalau tidak ada gerakan atau inisiatif seperti ini, permasalahan lingkungan ini sepertinya hanya akan terabaikan,” tutur Ruly.
Selain aksi bersih lingkungan, DPP LDII melalui Bidang Penamas tengah menyiapkan program lanjutan yang berkaitan dengan lingkungan dan kebencanaan. Salah satunya melalui pengembangan desa tematik berwawasan lingkungan yang diintegrasikan dengan kesiapsiagaan bencana.
“Tahun ini kita ditargetkan membentuk dua desa tematik berwawasan lingkungan yang diintegrasikan dengan kesiapsiagaan bencana desa dan daerah tertinggal,” ungkapnya.
Ruly juga mengajak generasi muda LDII dan masyarakat untuk memulai kepedulian terhadap lingkungan dari kebiasaan sederhana, seperti memilah sampah rumah tangga dan memungut sampah yang ditemukan di sekitar.
“Kalau tidak ada tempat sampah di dekat situ, pungut dulu dan kantongi. Bayangkan kalau ada satu juta orang saja yang melakukan hal itu setiap hari, berapa banyak sampah yang bisa kita kurangi dan bumi yang bisa kita selamatkan?” katanya.

WCDI 2026 mengusung tema Aksi Bersih Pemuda-Pemudi Merdeka dari Sampah dan melibatkan sekitar 1.000 peserta dari berbagai unsur masyarakat. National Leader WCDI Andy Bahari mengatakan, kegiatan tersebut mempertemukan pemerintah, perusahaan pengolahan sampah, media, komunitas, dan institusi pendidikan.
“Hari ini kita melibatkan sekitar seribuan peserta dari berbagai kalangan masyarakat,” kata Andy.
Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH). Direktur Pengurangan Sampah dan Ekonomi Sirkular KLH Agus Rusly mengatakan, penanganan sampah membutuhkan keterlibatan masyarakat secara luas.
“Kami di KLH sangat mendukung acara ini, karena masalah sampah tidak bisa diselesaikan pemerintah sendiri, perlu partisipasi masyarakat lebih luas menuju Indonesia Bersih 2029,” ujar Agus.
Aksi tersebut turut didukung Rekosistem sebagai penyedia infrastruktur pengelolaan sampah. CEO dan Co-Founder Rekosistem Ernest Christian Layman memastikan sampah yang terkumpul dari aksi relawan akan dikelola melalui waste station yang disediakan.












