SURABAYA — Tausiah Jumat di Masjid Al Barokah, Gunung Anyar, Surabaya, mengingatkan para jemaah tentang pentingnya mengamalkan amalan sederhana yang bernilai besar, Jumat (24/4/2026).
Di hadapan para jemaah shalat Jumat, Ustaz Syaifudin menyampaikan bahwa dzikir merupakan amalan ringan, namun memiliki keutamaan besar di sisi Allah. Amalan tersebut, kata dia, dapat memperkuat timbangan amal di hari kiamat.
Ia mencontohkan bacaan subhanallah wa bihamdihi subhanallahil ‘azhim yang dianjurkan untuk diamalkan. “Bacaan ini mudah diucapkan, tetapi pahalanya besar. Bahkan disebutkan, jika dibaca 100 kali, dosa dapat diampuni meskipun sebanyak buih di lautan,” ujarnya.
Selain bernilai pahala, dzikir juga membawa ketenangan hati. Menurutnya, seseorang yang senantiasa mengingat Allah akan merasakan ketenteraman dalam kehidupannya.
Ia menjelaskan, dzikir dapat dilakukan kapan saja, tidak hanya setelah salat. Dalam keseharian, umat Islam dapat mengamalkan tasbih, tahmid, takbir, maupun istighfar.
Ustaz Syaifudin juga mencontohkan amalan yang umum dilakukan, yakni membaca tasbih, tahmid, dan takbir masing-masing 33 kali, lalu ditutup dengan kalimat “Laa ilaha illallahu wahdahu laa syarikalahu, lahul mulku wa lahul hamdu, yuhyi wa yumitu, wa huwa ‘ala kulli syai-in qadir.” Amalan tersebut disebut memiliki keutamaan besar.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa mengingat Allah dapat dilakukan melalui hati, lisan, dan perbuatan. Ibadah seperti salat, puasa, serta berbuat baik kepada sesama termasuk dalam bentuk pengamalan tersebut.
Tausiah di masjid yang berada di bawah naungan PC LDII Gunung Anyar itu, mengajak para jemaah shalat Jumat untuk membiasakan amalan sederhana secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari. Konsistensi ibadah dinilai mampu membawa kebaikan di dunia maupun akhirat. (sof/wid)












