SURABAYA — Di era digital, ketika media sosial sering mengejar sensasi dan viralitas, akurasi serta verifikasi informasi menjadi tantangan utama. Untuk menjawab persoalan itu, DPW LDII Jawa Timur menyelenggarakan pelatihan jurnalistik guna memperkuat literasi media dan menangkal disinformasi di Surabaya, Sabtu (7/2).
Pelatihan bertema “Penguatan Literasi Media dan Kompetensi Jurnalistik untuk Menangkal Disinformasi di Era Digital” tersebut digelar di Gedung Serbaguna Sabilurrosyidin dan diikuti 160 peserta dari 38 DPD LDII se-Jawa Timur.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Timur, Shertita Ratna Dewi Agustin, yang membuka acara itu menyampaikan bahwa tingkat penetrasi internet warga Jawa Timur yang mencapai 82,19 persen merupakan potensi besar untuk menyebarkan informasi positif.

Materi pelatihan meliputi teknik penulisan berita dan fotografi jurnalistik yang disampaikan tim jurnalistik dari Reporter LDII News Network (LINES) Faqihu Sholeh. Antusiasme peserta terlihat dalam sesi diskusi yang berlangsung interaktif.
Ketua Biro Komunikasi, Informasi, dan Media (KIM) DPW LDII Jatim, Sofyan Gani, menegaskan bahwa menjadi jurnalis bukan sekadar mampu menulis, melainkan juga membangun cara berpikir kritis.
“Menjadi jurnalis itu melatih berpikir kritis. Misalnya ketika membuat konten Ramadhan, harus di-breakdown menjadi beberapa topik seperti rukyatul hilal, amal saleh bersama, pembagian takjil, lima sukses Ramadhan, tadarus, hingga kultum atau hikmah Ramadhan. Dari situ lahir pemberitaan yang positif dan terencana,” ujar Sofyan.
Sementara itu, anggota Biro KIM DPW LDII Jatim, Widi Yunani, menekankan pentingnya tanggung jawab dalam produksi informasi di era digital.
“Media sosial memang mengejar viralitas, tetapi dalam jurnalistik setiap berita harus dapat dipertanggungjawabkan data dan narasumbernya. Pelatihan ini melatih kami menyajikan berita yang aktual dan akurat,” kata Widi.
Ia berharap pelatihan jurnalistik dapat dilakukan secara berkelanjutan dan setiap DPD LDII memiliki website sebagai media publikasi resmi.
Melalui pelatihan ini, DPW LDII Jatim mendorong lahirnya jurnalis warga yang tidak hanya produktif, tetapi juga menjunjung tinggi etika, akurasi, dan tanggung jawab publik. (kim/sof/wid)












