SUMENEP — Pemerintah Kabupaten Sumenep menyebut DPD LDII Sumenep sebagai mitra strategis dalam pembinaan karakter generasi muda. Hal itu disampaikan Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep, Wahyu Kurniawan Pribadi, saat mewakili Bupati membuka Musyawarah Daerah (Musda) X DPD LDII Kabupaten Sumenep di Graha Al-Ikhlas Kantor Kementerian Agama, Sabtu (4/7/2026).
Dalam sambutannya, Wahyu mengatakan pembinaan generasi muda tidak dapat menjadi tanggung jawab pemerintah semata. Menurut dia, organisasi kemasyarakatan, termasuk LDII, memiliki peran penting dalam membangun karakter generasi muda melalui pendidikan, dakwah, dan pembinaan sosial.
“Jadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk bersinergi serta terus berkontribusi dalam pendidikan, dakwah, sosial, pemberdayaan ekonomi, dan pembinaan generasi muda yang berkarakter,” ujar Wahyu.
Ia menyinggung ancaman penyalahgunaan narkotika yang dinilai dapat merusak masa depan generasi muda. Karena itu, Wahyu mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terlibat dalam upaya pencegahan melalui pembinaan dan pendampingan terhadap anak-anak dan remaja.
“Ini bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi tanggung jawab bersama. Mari kita rangkul dan bina anak-anak muda agar terhindar dari kegiatan yang merugikan masa depan mereka,” katanya.
Selain itu, Wahyu juga menyoroti tantangan perkembangan teknologi informasi. Menurut dia, meningkatnya penggunaan media sosial perlu diimbangi dengan penguatan literasi digital agar generasi muda mampu memanfaatkan teknologi secara bijak serta tidak mudah terpengaruh paham yang mengancam persatuan.
Ia berharap LDII dapat terus mengambil peran dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya kalangan muda, melalui kegiatan pembinaan yang selaras dengan nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan.
Pada kesempatan tersebut, Wahyu juga menyatakan kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Sumenep.
“LDII Sumenep menjadi mitra strategis pemerintah daerah untuk mewujudkan Kabupaten Sumenep yang maju, unggul, dan sejahtera dengan tetap berlandaskan nilai-nilai keagamaan, kebersamaan, dan gotong royong,” ujar Wahyu.
Sementara itu, Ketua DPW LDII Jawa Timur Moch. Amrodji Konawi dalam sambutannya mendorong kepengurusan LDII Kabupaten Sumenep yang akan terbentuk melalui Musda untuk memberikan ruang lebih besar kepada generasi muda dalam organisasi. Menurut dia, regenerasi kepemimpinan menjadi kunci agar organisasi mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman sekaligus menjaga keberlanjutan program pembinaan.
Amrodji mengatakan pembinaan generasi muda selama ini menjadi salah satu fokus utama LDII melalui penguatan 29 karakter luhur. Program tersebut menanamkan nilai-nilai seperti religius, jujur, amanah, kerja keras, disiplin, rukun, kompak, hingga kemampuan bermusyawarah sebagai bekal menghadapi tantangan sosial di era digital.
“Generasi muda harus diberi ruang untuk berproses dan memimpin. Regenerasi menjadi syarat agar organisasi tetap adaptif sekaligus mampu melanjutkan pembinaan karakter yang selama ini menjadi perhatian LDII,” ujarnya.
Menurut Amrodji, penguatan 29 karakter luhur tidak hanya ditujukan untuk membentuk pribadi yang berakhlak, tetapi juga melahirkan generasi yang memiliki kepedulian sosial, cinta tanah air, serta mampu memanfaatkan perkembangan teknologi secara bijak. Karena itu, ia menilai program tersebut sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam memperkuat pembinaan karakter generasi muda.
Ia berharap kepengurusan baru hasil Musda mampu mengembangkan program pembinaan tersebut melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan berbagai elemen masyarakat sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas. (sof/wid)












