JOMBANG — Pimpinan Cabang Lembaga Dakwah Islam Indonesia (PC LDII) Mojoagung menggelar pengajian rutin bagi kaum ibu se-Kecamatan Mojoagung. Kegiatan berlangsung di Masjid Fatchul Mukmin, Dusun Kagulan, Desa Janti, Minggu (8/2).
Pengajian ini diinisiasi oleh Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Keluarga Kegiatan (PPPK). Adapun tema yang dibahas “Pemberdayaan Ibu sebagai Fondasi Strategis dalam Mencetak Generasi Unggul” untuk menguatkan peran ibu di era digital. Para peserta dibekali pemahaman agar lebih tangguh dan siap mendampingi keluarga, khususnya dalam mendidik anak.
Ketua PAC LDII Janti, Suyoto, mengatakan, perempuan terutama ibu punya peran yang menentukan masa depan bangsa. Menurutnya, keluarga adalah sekolah pertama bagi anak, dan ibu menjadi sosok yang paling banyak membersamai proses tumbuh kembang tersebut.
“Sejak masa kehamilan sampai anak beranjak dewasa, ibu punya peran yang sangat sentral. Karena itu, wawasan, kepribadian, dan pemahaman agama ibu perlu terus ditingkatkan,” ujarnya.
Dalam sesi materi, Ustadzah Sinta mengulas tantangan yang dihadapi para ibu di era media sosial. Ia menilai derasnya arus informasi sering kali memunculkan standar-standar yang membuat ibu merasa tertekan atau ragu dalam menjalankan perannya.
Menurutnya, menjadi ibu yang berdaya bukan sekadar mengikuti tren atau memiliki banyak informasi. “Berdaya itu soal kesadaran diri. Ibu perlu mengenali potensi dirinya, berpegang pada nilai yang diyakini, dan berani mengambil keputusan dengan tanggung jawab,” jelasnya.
Sinta juga mengingatkan pentingnya kehadiran ibu secara utuh di tengah keluarga. Ibu yang mau terus belajar dan memperkuat mental serta spiritualitas, dinilai menjadi kunci terciptanya keluarga yang sehat dan harmonis.
LDII berharap, melalui kegiatan ini, penguatan peran ibu bisa menjadi langkah dalam menyiapkan generasi berkualitas menuju Indonesia Emas 2045. (kim/cak/wid).












