KEDIRI — DPD LDII Kota dan Kabupaten Kediri menggelar Turnamen Mini Soccer. Turnamen berlangsung di Lapangan Desa Ngablak, Kecamatan Banyakan, Kediri, Sabtu (27/6). Kegiatan itu untuk melatih sportivitas, kerja sama, disiplin, dan tanggung jawab para generasi penerus.
Turnamen yang berlangsung selama tiga hari itu diikuti tim binaan LDII dari berbagai kecamatan di Kota dan Kabupaten Kediri.
Ketua PC LDII Kecamatan Banyakan, Moh. Emaga Sabela Rosyad mengatakan, pembinaan generasi penerus dilakukan melalui olahraga untuk memberi kesempatan kepada peserta dalam mempraktikkan nilai-nilai yang dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Mini soccer menjadi wadah bagi para peserta untuk belajar bekerja sama, menjunjung tinggi sportivitas, saling menghormati, dan membangun kekompakan. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan enam tabiat luhur yang terus ditanamkan kepada generasi penerus LDII, yaitu rukun, kompak, kerja sama yang baik, jujur, amanah, dan kerja keras,” ujarnya.
Menurut Emaga, pertandingan menjadi sarana untuk melatih peserta menghadapi berbagai situasi, mulai dari menerima keputusan wasit, mengendalikan emosi saat pertandingan berlangsung, hingga bertanggung jawab terhadap peran masing-masing di dalam tim. Pengalaman tersebut diharapkan membentuk kebiasaan positif yang dapat diterapkan di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.
Ketua Panitia, Budi Agung Nugroho menambahkan, turnamen juga menjadi ruang mempererat silaturahim antarpeserta dari berbagai wilayah di Kediri. Interaksi yang terbangun selama pertandingan dinilai mampu memperkuat rasa kebersamaan sekaligus menumbuhkan budaya kompetisi yang sehat.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus digelar sebagai bagian dari pembinaan generasi penerus. Menurutnya, olahraga tidak hanya berkontribusi terhadap kesehatan fisik, tetapi juga menjadi media untuk membangun karakter, membiasakan sikap sportif, dan menumbuhkan semangat kerja sama sejak usia dini.
Turnamen mini soccer tersebut menjadi salah satu pendekatan pembinaan yang memadukan aktivitas fisik dengan pendidikan karakter. Di lapangan, peserta tidak hanya belajar mengejar kemenangan, tetapi juga memahami bahwa menghormati lawan, menaati aturan, dan bekerja sama dalam tim merupakan bagian yang tak terpisahkan dari sebuah pertandingan. (kim/sof/wid)












