JOMBANG — DPD LDII Jombang bersilaturahim dengan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jombang KH M Afifuddin Dimyathi di Pondok Pesantren Hidayatul Qur’an, Peterongan, Rabu (29/4). Pertemuan itu dilakukan untuk memperkuat ukhuwah dan sinergi keumatan.
Ketua DPD LDII Kabupaten Jombang H Widodo hadir didampingi Sekretaris Toto Raharjo serta jajaran pengurus harian. Dalam kesempatan tersebut, Widodo memperkenalkan susunan kepengurusan baru LDII Jombang periode 2025–2030 kepada MUI Kabupaten Jombang.
Widodo juga memaparkan hasil Musyawarah Nasional (Munas) X LDII di Jakarta pada 7–9 April lalu, meliputi arah program kerja organisasi, penguatan koordinasi dengan ormas Islam di berbagai daerah, serta penguatan peran Pimpinan Cabang (PC) dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) agar lebih dekat dengan masyarakat.
Ia menyampaikan bahwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) merupakan induk organisasi kemasyarakatan Islam di Indonesia. Karena itu, LDII Jombang terbuka terhadap masukan, arahan, serta bimbingan dari MUI sebagai payung besar ormas Islam.
Widodo menambahkan, LDII masih memiliki berbagai kekurangan dalam pelaksanaan program organisasi. Karena itu, LDII Jombang siap menerima masukan dari MUI agar ke depan dapat meningkatkan kualitas organisasi dan kontribusi di tengah masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, Widodo juga memaparkan delapan klaster pengabdian LDII untuk bangsa yang menjadi arah program kerja organisasi. Delapan klaster itu meliputi kebangsaan, keagamaan, pendidikan, kesehatan, ekonomi syariah, teknologi digital, energi baru terbarukan, serta pangan dan lingkungan hidup.
Sementara itu, Ketua Umum MUI Kabupaten Jombang KH M Afifuddin Dimyathi, didampingi Sekretaris Umum MUI KH Ilham Rohim, mengapresiasi silaturahim LDII Jombang tersebut. Ia menilai, komunikasi antarlembaga keagamaan penting dalam menjaga kerukunan dan persatuan umat.
“Di Jombang ini, keberagaman organisasi keagamaan cukup dinamis. Karena itu, komunikasi yang baik menjadi kunci agar kerukunan tetap terjaga dan masyarakat tetap rukun,” kata Afifuddin.
Ia menambahkan, sinergi antarormas Islam juga diperlukan untuk memperkuat peran lembaga keagamaan dalam pembinaan umat serta merespons berbagai persoalan sosial di masyarakat.
Pada pertemuan itu, kedua pihak sepakat memperkuat komunikasi dan kerja sama dalam berbagai kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan di Kabupaten Jombang. (kim/sof/wid)












