SURABAYA — Sebanyak 59 calon jamaah haji warga Lembaga Dakwah Islam Indonesia yang tergabung dalam Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Hudallil Muttaqin mengikuti acara pelepasan di GSG Sabilurosyidin, Surabaya, Minggu (26/4). Kegiatan ini menjadi bagian akhir dari rangkaian pembekalan sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.
Dewan Penasihat LDII, H. Abu Said, dalam tausiyahnya menekankan pentingnya rasa syukur atas kesempatan menunaikan ibadah haji. Ia mengingatkan bahwa haji merupakan rukun Islam kelima yang hanya dapat dilaksanakan oleh mereka yang memiliki kemampuan.
“Tidak semua orang bisa berangkat haji. Karena itu, yang mendapat kesempatan ini harus benar-benar bersyukur dan menjaga niatnya,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar jamaah menjalankan ibadah sesuai tuntunan yang telah dipelajari selama manasik. Menurut dia, pemahaman yang benar menjadi kunci agar ibadah diterima.
“Perhatikan manasiknya, ilmunya, dan praktiknya. Jangan hanya ikut-ikutan tanpa dasar,” kata Abu Said.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah haji yang menuntut kesiapan fisik. Jamaah diminta mempersiapkan kondisi tubuh serta kebutuhan pribadi, termasuk obat-obatan.
“Jaga kesehatan karena haji adalah ibadah fisik. Persiapkan kebutuhan dengan baik,” ujarnya.
Ia juga mengajak jamaah untuk bertawakal dan memperbanyak doa agar seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar, aman, dan membawa keberkahan.
Sementara itu, Ketua KBIHU Hudallil Muttaqin, H. Muhaimin, melaporkan bahwa total jamaah yang diberangkatkan sebanyak 59 orang. Mayoritas berasal dari Surabaya sebanyak 31 orang, disusul Gresik 23 orang, serta masing-masing dua jamaah dari Lumajang dan Sidoarjo, dan satu dari Jombang.
Menurut dia, seluruh jamaah telah mengikuti manasik haji sejak 19 Oktober 2025 hingga 19 April 2026, dengan total sekitar 20 kali pertemuan.
“Manasik dilakukan secara bertahap agar jamaah memahami tata cara ibadah secara menyeluruh,” ujarnya.
Untuk keberangkatan, jamaah tergabung dalam gelombang pertama, yakni kloter 51, dengan rute dari Surabaya menuju Madinah. Muhaimin berharap seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali ke Tanah Air dalam keadaan selamat serta meraih haji mabrur.












