BANYUWANGI — DPD LDII Kabupaten Banyuwangi bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banyuwangi menyiapkan penanaman mangrove di Desa Wringinputih, Kecamatan Muncar, pada 23 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari Kerja Bersama Bakti untuk Negeri dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Persiapan kegiatan dibahas dalam rapat koordinasi di Kantor Pondok Arroyan Jajag, Banyuwangi, Senin (10/8/2026). Penanaman mengusung tema “Hijau Pesisirku, Lestari Alamku: Bersama Menanam Mangrove untuk Banyuwangi Berkelanjutan.”
Ketua DPD LDII Kabupaten Banyuwangi Heri Sujatmiko mengatakan penanaman mangrove merupakan bagian dari upaya menjaga ekosistem pesisir dan perlu dilanjutkan dengan perawatan agar manfaatnya dirasakan dalam jangka panjang.
“Penyelamatan ekosistem pesisir, khususnya hutan mangrove, harus terus digalakkan. Kerusakan lingkungan perlu kita cegah dan perbaiki bersama, salah satunya melalui penanaman dan perawatan mangrove,” ujar Heri.
Kepala Bidang Pengawasan Dampak Lingkungan DLH Banyuwangi Rudianto mengatakan kawasan Wringinputih berpotensi dikembangkan sebagai kawasan konservasi sekaligus ruang edukasi lingkungan.
“Melalui kegiatan ini, kawasan mangrove dapat menjadi ruang belajar lapangan bagi masyarakat dan generasi muda. Mereka tidak hanya mengenal fungsi mangrove, tetapi juga memahami persoalan pesisir seperti abrasi dan erosi serta terlibat langsung dalam pelestariannya,” katanya.
Rudianto mengapresiasi kolaborasi dengan LDII Banyuwangi dalam kegiatan tersebut. Menurut dia, pelestarian lingkungan membutuhkan keterlibatan pemerintah dan masyarakat.
Penanaman mangrove ini diharapkan menjadi awal gerakan restorasi berbasis masyarakat. Tanaman yang ditanam akan diarahkan untuk dirawat dan dipantau secara berkelanjutan. (one/hdi)












