KEDIRI — Ketua PCNU Kota Kediri KH Abu Bakar Abdul Jalil atau Gus Ab menekankan bahwa salah satu hikmah terbesar dari ibadah puasa adalah melatih kesabaran, baik dalam ketaatan kepada Allah SWT maupun dalam kehidupan sosial sebagai warga negara.
Pesan itu disampaikan Gus Ab saat memberikan tausiyah dalam acara silaturahim dan buka puasa bersama yang digelar Pondok Pesantren Wali Barokah, Kota Kediri, Rabu (4/3).
Menurut dia, puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi sarana membentuk karakter sabar dalam berbagai aspek kehidupan.
“Puasa membentuk karakter sabar dalam ketaatan, baik sebagai hamba Allah maupun sebagai warga negara yang patuh pada aturan. Sabar itu ada dalam ketaatan dan dalam menghadapi cobaan. Sebagai makhluk sosial dan warga negara, kita juga harus sabar dalam menaati aturan yang berlaku,” ujar Gus Ab.
Ia menjelaskan, kesabaran memiliki tiga dimensi utama. Pertama, sabar dalam ketaatan, yakni konsisten menjalankan perintah Allah SWT. Kedua, sabar dalam menjauhi kemaksiatan dengan menahan diri dari perbuatan yang dilarang. Ketiga, sabar dalam menghadapi cobaan dengan tetap teguh ketika menghadapi berbagai kesulitan hidup.
Selain itu, Gus Ab juga menekankan pentingnya sikap sabar dalam menghadapi perbedaan di tengah masyarakat.
Menurut dia, sikap saling menghargai dan menghormati meskipun memiliki pandangan atau latar belakang yang berbeda merupakan fondasi penting dalam menjaga kerukunan dan persatuan.
“Pentingnya sabar dalam perbedaan, yakni sikap menghargai dan menghormati sesama meskipun memiliki pandangan atau latar belakang yang berbeda. Karena sikap ini menjadi fondasi penting untuk menjaga kerukunan dan persatuan di tengah masyarakat,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Ab juga berharap melalui doa para ulama serta kebersamaan seluruh elemen masyarakat. Ia memohon agar Kota Kediri dijauhkan dari berbagai bencana dan tetap menjadi daerah yang ayem tentrem serta sejahtera.
Kehadiran berbagai unsur masyarakat dalam kegiatan itu, menurut dia, menunjukkan bahwa Ramadan tidak hanya menjadi momentum ibadah personal, tetapi juga ruang memperkuat kebersamaan dan kepedulian sosial.
“Saya berpesan, bahwa kesabaran adalah fondasi penting dalam menghadapi tantangan hidup, baik sebagai hamba Allah maupun sebagai warga negara,” ujar Gus Ab. (mzda/sof/wid)












