LAMONGAN — Ketua DPD LDII Lamongan, Agus Yudi, menghadiri forum konsultasi publik terkait penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027.
Kegiatan digelar Rabu (21/1) di Aula Gadjah Mada, Gedung Pemkab Lamongan lantai 7, sebagai wadah bagi berbagai pihak untuk memberikan masukan sekaligus memastikan sinkronisasi antara perencanaan dan penganggaran pembangunan daerah.
Dalam forum itu, peserta membahas rencana pembangunan tahun 2027, dengan fokus pada RKPD. Dokumen tahunan ini merinci prioritas pembangunan, program kerja, dan sumber pendanaannya, serta menjadi pedoman bagi SKPD dalam melaksanakan program sehingga perencanaan dan penganggaran daerah sejalan dengan kebutuhan masyarakat.
Agus Yudi menyampaikan bahwa LDII hadir untuk mengikuti pembahasan RKPD 2027 dan memastikan delapan klaster program organisasi tersebut selaras dengan prioritas pembangunan daerah.
Ia menambahkan bahwa masukan yang diberikan bertujuan agar kegiatan LDII mendukung program pemerintah, memperkuat pemberdayaan masyarakat, memberikan manfaat luas, serta turut berkontribusi dalam pembangunan daerah dan pembinaan umat.
Sementara itu, Wakil Bupati Lamongan, Dirham Akbar Aksara, saat membuka forum, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi ruang strategis untuk memastikan arah pembangunan benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa RKPD berperan penting sebagai landasan penyusunan kerangka ekonomi, prioritas pembangunan, rencana kerja, hingga pendanaan tahunan, yang akan berdampak langsung pada masyarakat melalui program pembangunan.
Tema pembangunan Kabupaten Lamongan tahun 2027 adalah “Percepatan Pemerataan Infrastruktur Ekonomi Strategis Yang Berwawasan Lingkungan.” Realisasinya akan diwujudkan melalui 15 program prioritas, di antaranya Lamongan Sehat, UMKM Naik Kelas, Pendidikan Perintis, Ramasinta (Pariwisata Ramah dan Terintegrasi), Desa Berjaya, Yakin Semua Sejahtera (YSS), Jalan Mantap dan Mulus Lamongan (Jamula), Prestasi Pemuda dan Olahraga, 100% Pelayanan Publik Berkualitas, Lamongan Menyala, Lamongan Hijau, Lamongan Nyantri, Desa Pintar, dan Lamongan. (kim/sof/wid)












