JEMBER — Ketua DPW LDII Jawa Timur H Moch Amrodji Konawi mengapresiasi kiprah Muhammadiyah dalam membangun pendidikan nasional sejak sebelum Indonesia merdeka. Konsistensi Muhammadiyah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, menurut dia, menjadi contoh nyata kontribusi organisasi kemasyarakatan dalam pembangunan sumber daya manusia.
Pernyataan itu disampaikan Amrodji saat menghadiri Kajian Ramadan 1447 H/2026 bertema Ekoteologi dan Tugas Kekhalifahan di Universitas Muhammadiyah Jember, Jember, Jawa Timur, Sabtu (21/2).
Ia menilai semangat mencerdaskan bangsa dan membangun karakter sejalan dengan tanggung jawab umat Islam sebagai khalifah di bumi. Pendidikan agama, kata dia, tidak hanya mengajarkan ibadah, tetapi juga menanamkan kepedulian terhadap lingkungan dan kehidupan sosial.
Amrodji menambahkan, semangat tersebut juga dijalankan LDII melalui berbagai program pembinaan umat. Di lingkungan internal, pembinaan dilakukan lewat pengajian rutin dan pendidikan berbasis pesantren. Dari proses itu berkembang kegiatan sosial seperti kerja bakti lingkungan, penghijauan, serta program ketahanan pangan yang diarahkan untuk membentuk karakter dan kepedulian sosial.
Kepedulian terhadap lingkungan itu, lanjutnya, juga diwujudkan melalui kegiatan Cinta Alam Indonesia yang setiap tahun digelar di Wonosalam, Kabupaten Jombang. Kegiatan tersebut diikuti ribuan kader LDII sebagai bagian dari pembinaan generasi muda yang dipersiapkan menjadi penerus bangsa.
“Sebagai khalifah, kita punya tanggung jawab menjaga alam. Namun yang tidak kalah penting adalah menjaga persatuan bangsa. Kita umat Islam hidup di Indonesia, sehingga komitmen kebangsaan harus menjadi bagian dari pengamalan ajaran agama,” ujarnya.
Ia menambahkan, komitmen itu tercermin dalam delapan klaster kontribusi LDII, yakni kebangsaan, keagamaan, pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan dan lingkungan hidup, ekonomi syariah, teknologi digital, serta energi baru terbarukan. Seluruhnya diarahkan untuk memperkuat peran warga LDII dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menegaskan bahwa Muhammadiyah telah berkiprah di bidang pendidikan bahkan sebelum negara berdiri. Pendidikan yang kuat dan berbasis nilai, menurut Emil, menjadi kunci untuk melahirkan generasi yang cerdas, berakhlak, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan bangsa.
Ia menilai kolaborasi antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan penting untuk menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa melupakan tanggung jawab menjaga bumi dan merawat persatuan nasional.
Acara yang diselenggarakan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur itu juga dihadiri sejumlah tokoh nasional dan daerah. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof. Abdul Mu’ti, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, serta Prof. Din Syamsuddin.
Selain itu, hadir pula jajaran pimpinan PWM Jawa Timur, Rektor Universitas Muhammadiyah Jember beserta sivitas akademika, perwakilan organisasi otonom Muhammadiyah seperti Aisyiyah dan Pemuda Muhammadiyah, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Jember. (kim/sof/wid)












