JAKARTA — Rapat paripurna Musyawarah Nasional (Munas) X Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) menetapkan Dody Taufiq Wijaya sebagai Ketua Umum DPP LDII secara aklamasi, Kamis (9/4/2026). Ia menggantikan KH Chriswanto Santoso yang tidak bersedia dicalonkan kembali karena alasan kesehatan.
Penetapan Dody menandai hadirnya figur yang dikenal lama berkecimpung dalam pembinaan organisasi dan penguatan kaderisasi di lingkungan LDII. Ia dinilai memiliki pengalaman dalam mengelola program, membangun komunikasi lintas struktur, serta menjaga kesinambungan gerak organisasi dari pusat hingga daerah.
Dalam pernyataan perdananya, Dody menegaskan bahwa konsolidasi internal menjadi langkah awal yang akan segera dilakukan. Menurut dia, masa transisi kepengurusan harus diisi dengan upaya memastikan seluruh program dan kontribusi LDII tetap berjalan.
“Seperti pesan Kiai Haji Chriswanto untuk terus beramal saleh di masa transisi sebelum kepengurusan definitif terbentuk,” ujarnya.
Sebagai sosok yang tumbuh dari proses kaderisasi internal, Dody menekankan pentingnya keselarasan gerak organisasi di semua tingkatan, mulai dari DPP, DPW, DPD, hingga PC dan PAC. Ia menilai, kekuatan LDII terletak pada soliditas struktur dan konsistensi dalam menjalankan program pembinaan masyarakat.
“Harapannya, LDII dengan karakter luhurnya bisa diterima dengan tulus oleh masyarakat di segala lapisan,” katanya.
Ia juga mendorong penguatan komunikasi dengan para pemangku kepentingan. Menurut dia, program kerja LDII perlu disinergikan dengan kebijakan pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, agar kontribusi organisasi semakin relevan dan berdampak.
Selain itu, Dody membuka ruang kolaborasi dengan berbagai organisasi kemasyarakatan dan pihak lain yang memiliki kesamaan visi dalam pemberdayaan masyarakat. Pendekatan kolaboratif tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan manfaat program LDII.
Dalam konteks internal, ia menyoroti masih adanya kegiatan warga LDII di tingkat akar rumput yang belum terkelola secara organisasi. Ia mendorong pengurus di tingkat PC dan PAC untuk mengemas kegiatan tersebut secara lebih sistematis dan kreatif.
“Silakan kegiatan warga LDII ini dikemas dengan baik dan kreatif,” ujarnya.
Dody menegaskan, amanah memimpin organisasi merupakan tanggung jawab besar yang harus dijalankan secara kolektif. Ia mengajak seluruh jajaran untuk memperkuat kerja sama dalam mengeksekusi program dan menjaga kesinambungan kontribusi LDII.
“Organisasi ini adalah tanggung jawab bersama. Mari kita bahu-membahu dalam mengeksekusi dan mengejawantahkan itu semua,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada KH Chriswanto Santoso atas dedikasi selama memimpin LDII periode 2021–2026. Menurut Dody, kepemimpinan Chriswanto telah meletakkan fondasi kuat bagi pengembangan organisasi ke depan.
“Terima kasih atas arahan dan bimbingan beliau selama ini. Leaders don’t create followers, they create more leaders,” katanya.
Menutup pernyataannya, Dody menegaskan komitmennya untuk membawa LDII mencapai kinerja optimal dengan menekankan penguatan kaderisasi, konsolidasi organisasi, serta perluasan kolaborasi demi kemaslahatan masyarakat luas. (sof/wid)












