BANYUWANGI — Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi melakukan verifikasi lapangan terhadap rencana pendirian SD Budi Utomo Banyuwangi yang dikelola Yayasan Arroyan Jajag Banyuwangi, Selasa (28/4/2026). Verifikasi dilakukan untuk meninjau kesiapan sarana dan prasarana sekolah sebelum penerbitan izin operasional.
Tim verifikasi meninjau sejumlah fasilitas penunjang pendidikan di lingkungan sekolah. Kedatangan rombongan Disdik Banyuwangi disambut Ketua Yayasan Arroyan Jajag Banyuwangi, Aulia Rahman, bersama Dewan Penasehat DPD LDII Kabupaten Banyuwangi, KH Munir.
Kasubag Perencanaan dan Program Dinas Pendidikan Banyuwangi, Muisman, mengatakan verifikasi lapangan dilakukan setelah yayasan memenuhi persyaratan administratif, termasuk rekomendasi dari sekolah sekitar.
Menurut dia, pendirian sekolah dasar baru harus memenuhi ketentuan jarak minimal dengan sekolah yang telah beroperasi. Namun, aturan tersebut memiliki pengecualian bagi lembaga pendidikan berbasis pondok pesantren.
“Secara aturan, pendirian SD baru minimal berjarak 1,5 kilometer dari sekolah yang sudah ada. Namun, ada pengecualian untuk sekolah yang berbasis pondok pesantren,” ujar Muisman didampingi Koordinator Wilayah Kerja Satuan Pendidikan Kecamatan Gambiran, Didik.
Ia menilai persaingan antar lembaga pendidikan saat ini semakin ketat sehingga yayasan perlu memperhatikan kualitas pendidikan selain pembangunan fisik sekolah.
“Yang terpenting bukan hanya gedungnya, tetapi bagaimana kualitas pembelajaran dan program pendidikan yang ditawarkan mampu menarik kepercayaan masyarakat,” katanya.

Ketua Yayasan Arroyan Jajag Banyuwangi, Aulia Rahman, mengatakan SD Budi Utomo Banyuwangi dirancang sebagai sekolah yang mengintegrasikan pendidikan karakter, religiusitas, dan penguasaan ilmu pengetahuan serta teknologi.
Menurut dia, sekolah tersebut diharapkan mampu mencetak generasi yang unggul dalam IPTEK sekaligus memiliki akhlak dan nilai spiritual yang kuat.
“Kami ingin membentuk generasi Islami yang unggul dalam IPTEK serta kokoh dalam iman, takwa, dan akhlakul karimah,” ujar Aulia.
Ia menjelaskan pembiasaan nilai religius akan menjadi bagian utama dalam kegiatan belajar siswa, mulai dari pelaksanaan ibadah harian hingga program baca tulis Al Quran.
Sementara itu, Dewan Penasehat DPD LDII Banyuwangi sekaligus Pembina Yayasan Arroyan Jajag Banyuwangi, KH Munir, menuturkan pendidikan karakter menjadi fokus utama dalam pengembangan sekolah tersebut.
Menurutnya, nilai kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan kesantunan perlu ditanamkan sejak dini agar siswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang baik.
“Selain pendidikan karakter, kami juga ingin menghadirkan proses belajar yang aktif dan menyenangkan agar anak-anak berkembang secara intelektual maupun spiritual,” katanya.












