JOMBANG — Pencegahan stunting perlu dilakukan sejak dini agar anak tak mengalami gangguan pertumbuhan. Diawali dengan mempersiapkan kehamilan hingga pemenuhan kebutuhan gizi anak pada masa awal kehidupan.
Pemahaman tersebut diperkuat DPD LDII Kabupaten Jombang bersama Dinas Kesehatan melalui edukasi pencegahan stunting yang diikuti sekitar 1.000 peserta secara hibrid, Sabtu (11/7/2026).
Kegiatan bertajuk “Pencegahan Stunting pada Anak” itu digelar oleh Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Keluarga (PPKK) DPD LDII Kabupaten Jombang. Acara dipusatkan di Training Center YPBU Gadingmangu dan diikuti peserta dari berbagai wilayah di Kabupaten Jombang, baik secara luring maupun daring melalui Zoom Meeting dan kanal YouTube.

Sekretaris DPD LDII Kabupaten Jombang Toto Raharjo mengatakan, peningkatan pengetahuan keluarga mengenai kesehatan dan pemenuhan gizi menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan stunting. Menurut dia, keluarga memiliki peran strategis karena menjadi lingkungan pertama dalam membentuk pola asuh dan kebiasaan hidup sehat anak.
“Melalui seminar ini kami berharap para peserta memperoleh pengetahuan yang benar mengenai pemenuhan gizi keluarga, kemudian mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Ilmu tersebut juga diharapkan dapat diteruskan kepada lingkungan sekitar sehingga manfaatnya semakin luas,” ujar Toto.
Ia menambahkan, pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, organisasi masyarakat, dan keluarga diperlukan agar upaya peningkatan kualitas kesehatan anak dapat berjalan secara berkelanjutan.
Dalam pemaparannya, Praktisi Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang Hafidz Mauludin menjelaskan bahwa stunting tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik anak, tetapi juga berpengaruh terhadap perkembangan otak, kemampuan belajar, dan produktivitas seseorang pada masa depan.
Menurut Hafidz, periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) menjadi fase penting dalam pencegahan stunting. Periode tersebut dimulai sejak masa sebelum kehamilan, masa kehamilan, hingga anak berusia dua tahun.
Pada fase tersebut, pemenuhan gizi seimbang perlu menjadi perhatian keluarga. Selain konsumsi makanan bergizi, terutama protein hewani, upaya pencegahan juga mencakup penerapan sanitasi yang baik, menjaga kebersihan lingkungan, imunisasi lengkap, serta pemantauan kesehatan ibu dan anak secara rutin di fasilitas kesehatan. (kim/sof/wid)












