BANYUWANGI — Musyawarah Daerah (Musda) VIII Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Banyuwangi menjadi momentum regenerasi kepemimpinan organisasi yang digelar di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Rabu (22/4/2026).
Agenda lima tahunan ini mengusung tema “Penguatan SDM Profesional Religius yang Berdaya Saing untuk Pembangunan Berkelanjutan Menuju Banyuwangi Sejahtera”.
Ketua DPD LDII Banyuwangi masa bakti 2021–2026, H. Astro Junaedi, dalam sambutannya menyatakan pamit dari kepemimpinan organisasi. Ia menyebut faktor usia sebagai salah satu pertimbangan untuk tidak kembali melanjutkan masa jabatan, sekaligus menekankan pentingnya kaderisasi guna memastikan estafet kepemimpinan organisasi berjalan berkelanjutan.
“Musda ini adalah momentum bagi tokoh-tokoh muda LDII yang lebih energik untuk melanjutkan kepemimpinan,” ujar Astro.
Ia menambahkan, LDII Banyuwangi telah memiliki sejumlah kader muda yang dinilai siap melanjutkan peran organisasi di berbagai bidang, mulai dari struktur kepengurusan hingga pelaksanaan program kerja.
Dalam laporannya, Astro menyampaikan bahwa Musda VIII diikuti pengurus DPD, Pengurus Cabang (PC), hingga Pengurus Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten Banyuwangi. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani atas dukungan penggunaan Pendopo kabupaten sebagai lokasi kegiatan.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani yang hadir dalam pembukaan Musda menegaskan peran LDII sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan serta penguatan karakter masyarakat.
Menurut Ipuk, sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan program pembangunan di tengah berbagai tantangan, termasuk efisiensi anggaran.
Musda juga dihadiri unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), antara lain Bakesbangpol, FKUB, MUI, Baznas, serta perwakilan Polresta Banyuwangi, Lanal, Kodim 0825, dan Dinas Kesehatan. Sejumlah organisasi keagamaan seperti PCNU, Muhammadiyah, dan Al-Irsyad turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Solidaritas lintas daerah juga terlihat dengan kehadiran perwakilan LDII dari Kota Batu, Jember, Situbondo, dan Bondowoso yang mengikuti rangkaian Musda sebagai bentuk dukungan terhadap proses regenerasi kepemimpinan LDII Banyuwangi.
Selain regenerasi kepemimpinan, Musda VIII LDII Banyuwangi juga menekankan penguatan delapan bidang pengabdian organisasi, meliputi kebangsaan, dakwah, pendidikan, ekonomi syariah, kesehatan herbal, ketahanan pangan, teknologi digital, dan energi terbarukan.
Melalui Musda ini, LDII Banyuwangi diharapkan dapat melahirkan kepemimpinan baru yang mampu menyelaraskan program organisasi dengan arah pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Banyuwangi. (kim/sof/wid)












