LDII JAWA TIMUR
  • BERANDA
  • BERITA
    • NASIONAL
    • SEPUTAR JATIM
    • LINTAS DAERAH
  • TENTANG KAMI
    • SEJARAH ORMAS LDII
    • SUSUNAN PENGURUS DPW LDII JAWA TIMUR 2025-2030
    • SUSUNAN PENGURUS WANITA LDII JAWA TIMUR
    • SUSUNAN PENGURUS PEMUDA LDII JAWA TIMUR
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BERITA
    • NASIONAL
    • SEPUTAR JATIM
    • LINTAS DAERAH
  • TENTANG KAMI
    • SEJARAH ORMAS LDII
    • SUSUNAN PENGURUS DPW LDII JAWA TIMUR 2025-2030
    • SUSUNAN PENGURUS WANITA LDII JAWA TIMUR
    • SUSUNAN PENGURUS PEMUDA LDII JAWA TIMUR
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
No Result
View All Result
LDII JAWA TIMUR
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Ali Aziz: Dakwah Itu Tak Perlu Minder

Widi Yunani by Widi Yunani
19 Januari 2026
in NASIONAL
4 0
0
4
SHARES
4
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

SURABAYA — Salah satu kunci berdakwah adalah komunikatif dan tidak minder. Paparan ini disampaikan oleh Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag. saat mengisi acara Diklat Dakwah dan Fiqh di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Sabtu (17/12).

Menurut Ali Aziz yang juga menjadi Guru Besar UINSA ini, pendakwah tidak boleh minder. “Minder itu kafir,” ujar Ali Aziz. Kafir disini berarti tidak mensyukuri nikmat yang telah diberikan oleh Allah yaitu berupa pemahaman ilmu agama yang telah diperoleh seseorang. Ia mencontohkan aksi tidak minder kala dirinya mengimami shalat di Iran, daerah dimana anak-anak kecil di sana gemar membawa Alquran.

Ali Aziz menambahkan, dakwah yang baik itu harus ditulis lalu dibaca. Pria yang menjadi pengurus MUI Jawa Timur ini mengibaratkan seperti saat menjadi akan menjadi imam shalat. Sebelum berangkat mengimami shalat, surat yang akan dibaca saat shalat harus dipersiapkan. Ia juga menambahkan bahwa dakwah dengan membaca itu boleh asalkan cara membacanya yang harus pintar. Audiens lebih memilih ceramah yang membaca tapi benar daripada yang memakai ingatan tapi salah.

“Lebih baik ceramah membaca sehingga tidak terlalu komunikatif tapi tidak membuat kesalahan, daripada dipaksa-paksakan seolah-olah pinter sendiri dan bahasanya tidak karuan,” kata Ali Aziz.

Langkah berikutnya, sambung Ali, adalah latihan. “Sebuah ceramah itu latihan harus ratusan kali,” tuturnya. Ia juga menceritakan bahwa saat dirinya menjadi khatib untuk satu topik, persiapannya dua minggu. Saat latihan juga diperlukan koreksi dari orang lain, benar-benar pengoreksian bukan pujian. Ia juga menegaskan bahwa tidak usah gila hormat. Orang besar itu bukan karena pangkat atau title tapi karena ilmu yang ia punya. Mental juga harus dipersiapkan, tambahnya. Karena kalau tidak siap bisa lupa semuanya.

Bagi Ali Aziz, seorang tokoh agama bisa diterima atau tidak oleh masyarakat, bukan diukur dari enak atau tidak enaknya, bukan pula soal bacaan imam itu bagus atau tidak, melainkan diukur dari akhlaqnya sehari-hari.

Menurutnya, ukuran orang baik di Jawa itu adalah suka menyapa dengan orang sekitarnya. Menyapa itu adalah memanggil orang terlebih dahulu sebelum orang lain memanggil. Ia juga mengatakan kepada kurang lebih 100 peserta yang hadir pada saat itu bahwa pintar ceramah tapi tidak pintar bergaul merupakan kegagalan.

Yang tidak kalah pentingnya, agar bisa berdakwah dengan lancar dan menarik maka perlu sekali mempersiapkan topik yang sesuai dengan latar belakang pengetahuan si penceramah. Satu topik yang dipilih harus memiliki persiapan 300 kali lebih tahu tentang yang akan disampaikan, jangan sampai pas-pasan. “Kalau tidak sesuai dengan bidangnya nanti akan ngawur,” tambahnya.

Selain itu, topik yang disampaikan harus menarik, baik bagi pemateri ataupun audiens. Menurut Ketua Umum Asosiasi Dai se-Indonesia itu, jika pemateri senang dengan topik yang dibawakan auranya akan beda. Ia juga menekankan bahwa topik yang akan disampaikan harus sesuai dengan waktu yang ditentukan. Ia mengibaratkan “When you speak more than 30 minutes, you speak with animal,” katanya. Sebab menurut ukuran komunikasi orang hanya mampu diajak bicara 30 menit. Ia memberi solusi saat ceramah kita berceramah bisa 30 menit selebihnya kita bisa mengajak bicara audiens atau memberikan pertanyaan dan memberikan reward bagi yang bisa menjawab pertanyaan yang diberikan.

Tidak hanya itu, pria yang pernah menjadi penceramah di Asia, Afrika dan Eropa ini menjelaskan tentang ceramah spontan. Ia menjelaskan bahwa ceramah spontan terjadi karena keadaan yang memaksa. Maka untuk menghadapi hal semacam itu, yang harus dipersiapkan adalah siapkan topik untuk waktu 10 menit kemudian taruh di saku dan dibawa kemana-mana. Cukup topik yang umum saja yang tidak terikat dengan waktu seperti pentingnya baca Alquran yang bagus, pentingnya shalat yang khusyu’, pentingnya akhlak dengan tetangga dan lain-lain.

Menutup paparannya, Ali Aziz memberi kiat agar pendengar ceramah tidak mudah bosan. Salah satunya adalah memberi sapaan pada audiens dari segala arah. Berkat kemampuannya dalam retorika dakwah, Ali Aziz pada April tahun depan berencana mendatangi undangan berkeliling 15 tempat di Amerika untuk memberikan training tentang “Apakah benar orang Islam bisa senang dengan shalatnya?”. (Pathricia/wid)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
5 sukses ramadhan

Kunci 5 Sukses Ramadhan

7 April 2022
Sejarah dan Profil Pondok Pesantren Wali Barokah Kediri

Sejarah dan Profil Pondok Pesantren Wali Barokah Kediri

10 November 2016
Foto httpdakwahislamnet

Keutamaan Membaca Al-Qur’an di Bulan Ramadhan

8 Juni 2016
⁠⁠⁠Profil Pondok Pesantren Gadingmangu

⁠⁠⁠Profil Pondok Pesantren Gadingmangu

10 November 2016
Sekretaris PW Muhammadiyah Jatim yang juga Staff Ahli Kemendikdasmen Prof Dr Biyanto menilai Buku berisi sistem pendidikan LDII tersebut menarik karena ditulis dari sudut pandang pihak luar LDII sehingga hasilnya dinilai lebih objektif cukup berbobot dan layak dijadikan rujukan Dok LINES Jatim

Prof Biyanto: Menarik dan Objektif, Buku LDII Karya Penulis NU

12
workshop digital marketing ldii bangkalan

Gelar Workshop Digital Marketing, LDII Bangkalan Dorong Generasi Muda Jadi Entrepreneur

10
Pelatihan rukyatul hilal untuk penentuan 1 Syawal oleh DPW LDII Jawa Timur pada Sabtu 154 di Gedung DPD LDII Gresik Dok Lines

Persiapan Idul Fitri, LDII Jatim Adakan Pelatihan Penentuan Hilal Awal Syawal

8
Prof Dr Ir Dedid Cahya Happyanto MT dikukuhkan sebagai Guru Besar Politeknik Elektronika Negeri Surabaya PENS di Ruang Auditorium Gedung Pascasarjana PENS Surabaya Selasa 213 Dok LINES

Kembangkan Mobil Listrik, Ketua Persinas ASAD Jatim Dikukuhkan Jadi Guru Besar ke-4 PENS

7
Buku Sistem Pendidikan LDII Ungkap Pola Terstruktur Berbasis 29 Karakter Luhur

Buku Sistem Pendidikan LDII Ungkap Pola Terstruktur Berbasis 29 Karakter Luhur

13 Mei 2026
Bedah buku Sistem Model dan Corak Pendidikan LDII dalam Platform Profesional Religius dari Sabang sampai Merauke Foto LINES Jatim

Bedah Buku LDII di UINSA Dorong Keterbukaan dan Dialog Antarormas

13 Mei 2026
Sekretaris PW Muhammadiyah Jatim yang juga Staff Ahli Kemendikdasmen Prof Dr Biyanto menilai Buku berisi sistem pendidikan LDII tersebut menarik karena ditulis dari sudut pandang pihak luar LDII sehingga hasilnya dinilai lebih objektif cukup berbobot dan layak dijadikan rujukan Dok LINES Jatim

Prof Biyanto: Menarik dan Objektif, Buku LDII Karya Penulis NU

13 Mei 2026
DPW LDII Jawa Timur menggelar kegiatan Bedah dan Diskusi Buku berjudul Sistem Model dan Corak Pendidikan LDII Dalam Platform Profesional Religius Dari Sabang Sampai Merauke Acara berlangsung pada Minggu 105 pagi di Gedung Auditorium UIN Sunan Ampel Surabaya Dok LINES Jatim

Bedah Buku LDII di UIN Sunan Ampel Surabaya, Hadirkan Narasumber Lintas Ormas

13 Mei 2026

Komentar Terkini

  • Kurnia Nurlaili pada Prof Biyanto: Menarik dan Objektif, Buku LDII Karya Penulis NU
  • Mayonne Wasykar pada Prof Biyanto: Menarik dan Objektif, Buku LDII Karya Penulis NU
  • Ilham Mukhsin pada Prof Biyanto: Menarik dan Objektif, Buku LDII Karya Penulis NU
  • Adellyna Cantica pada Prof Biyanto: Menarik dan Objektif, Buku LDII Karya Penulis NU
  • Roykhan Malvin pada Prof Biyanto: Menarik dan Objektif, Buku LDII Karya Penulis NU
  • BERANDA
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • TERM OF SERVICE
  • KEBIJAKAN PRIVASI
Hubungi: 031-8285518

© 2026 Biro Komunikasi, Informasi dan Media - DPW LDII Jawa Timur.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BERITA
    • NASIONAL
    • SEPUTAR JATIM
    • LINTAS DAERAH
  • TENTANG KAMI
    • SEJARAH ORMAS LDII
    • SUSUNAN PENGURUS DPW LDII JAWA TIMUR 2025-2030
    • SUSUNAN PENGURUS WANITA LDII JAWA TIMUR
    • SUSUNAN PENGURUS PEMUDA LDII JAWA TIMUR
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI

© 2026 Biro Komunikasi, Informasi dan Media - DPW LDII Jawa Timur.