DENPASAR — Kepolisian Daerah (Polda) Bali menyalurkan bantuan sosial berupa 100 paket beras kepada masyarakat terdampak pandemi Covid-19 melalui Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPW LDII) Provinsi Bali. Bantuan tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Penyerahan bantuan berlangsung di Kantor Biro Logistik Polda Bali, Jalan WR Supratman Nomor 7, Denpasar, Kamis (4/6). Kepala Biro Logistik Polda Bali Komisaris Besar Polisi I Gusti Gde Harnawa Pasimpangan mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat Bali yang mengalami kesulitan ekonomi akibat pandemi.
“Bantuan berupa beras ini merupakan bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat Bali yang terdampak Covid-19. Sumber pendanaan bantuan ini berasal dari APBN. Semoga bermanfaat dan dapat disalurkan kepada warga yang memang membutuhkan akibat terdampak wabah Covid-19,” ujar Harnawa.
Sebanyak 100 paket beras dengan berat masing-masing 5 kilogram diserahkan untuk kemudian didistribusikan kepada warga yang membutuhkan. Penyaluran dilakukan bekerja sama dengan DPW LDII Bali agar bantuan tepat sasaran.
Sekretaris DPW LDII Bali Didik Guntoro mengapresiasi langkah Polda Bali yang dinilai responsif terhadap kondisi masyarakat di tengah pandemi. Ia memastikan bantuan tersebut akan disalurkan kepada warga yang berhak menerima.
“Alhamdulillah atas bantuan beras untuk warga ini. Bantuan ini adalah amanah yang harus kami salurkan kepada warga yang berhak. Bantuan ini tentu sangat membantu, terutama di tengah pandemi Covid-19,” kata Didik.
Turut hadir dalam kegiatan serah terima tersebut antara lain Kepala Bagian Perbekalan Umum AKBP Wayan Sukrada dan Kepala Bagian Pengadaan AKBP Syamsudin.
Pandemi Covid-19 yang melanda sejak awal 2020 berdampak pada berbagai sektor, termasuk ekonomi masyarakat. Sejumlah kalangan mengalami penurunan pendapatan sehingga membutuhkan dukungan, terutama untuk pemenuhan kebutuhan pokok.
Melalui program bantuan sosial ini, Polda Bali berharap dapat meringankan beban masyarakat sekaligus memperkuat solidaritas sosial di tengah situasi krisis kesehatan.












