BANYUWANGI — Menjelang Hari Bhayangkara ke-80, Polri tidak hanya memperkuat keamanan, tetapi juga memperluas pembinaan masyarakat melalui kegiatan keagamaan. Di Banyuwangi, komitmen tersebut diwujudkan dengan menyalurkan mushaf Al Quran dan perlengkapan kebersihan kepada rumah-rumah ibadah, termasuk Masjid Baitul Huda di bawah naungan Pimpinan Cabang (PC) LDII Kecamatan Tegaldlimo, Jumat (26/6/2026).
Bantuan diserahkan Bhabinkamtibmas Polsek Tegaldlimo Polresta Banyuwangi, Brigpol Roinaldi Heri bersama Aipda Iwan Bhasuki A., mewakili Kapolda Jawa Timur dan Kapolresta Banyuwangi. Penyaluran tersebut menjadi bagian dari rangkaian bakti religi Polri dalam menyambut Hari Bhayangkara yang diperingati setiap 1 Juli.
Roinaldi mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap kehidupan keagamaan masyarakat sekaligus upaya mempererat kemitraan dengan warga.
“Mohon diterima bantuan lima mushaf Al-Quran dan satu paket alat kebersihan. Semoga dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan ibadah di masjid,” ujarnya saat menyerahkan bantuan.
Menurut Roinaldi, kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui penegakan hukum, tetapi juga lewat kegiatan sosial yang memberi manfaat langsung. Melalui pendekatan tersebut, hubungan antara kepolisian dan masyarakat diharapkan semakin erat sehingga tercipta situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif.
Ketua Takmir Masjid Baitul Huda sekaligus Ketua PC LDII Kecamatan Tegaldlimo, H. Imam Tohari, mengatakan bantuan mushaf Al-Quran akan digunakan untuk mendukung kegiatan mengaji dan tadarus yang rutin dilaksanakan warga LDII di masjid.
“Al-Quran ini akan langsung digunakan para jemaah untuk mengaji dan tadarus. Bantuan tersebut tentu semakin menambah semangat kami dalam memakmurkan masjid,” katanya.
Ia menambahkan, paket alat kebersihan juga mendukung upaya pengurus menjaga kebersihan dan kenyamanan masjid sebagai pusat ibadah sekaligus pembinaan umat. Menurutnya, lingkungan masjid yang bersih akan membuat jamaah lebih nyaman mengikuti berbagai kegiatan keagamaan.
Imam Tohari mengapresiasi perhatian Polri kepada rumah ibadah dan berharap sinergi tersebut terus terjalin.
“Kami mengapresiasi perhatian Polri kepada masyarakat. Semoga di usia ke-80, Polri semakin profesional, semakin dekat dengan masyarakat, dan terus menjadi mitra dalam menjaga kehidupan yang aman dan harmonis,” ujarnya.
Bantuan tersebut menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara Polri dan masyarakat dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan di tingkat akar rumput. Bagi LDII, dukungan itu sekaligus memperkuat pembinaan generasi muda melalui budaya mengaji, tadarus, dan memakmurkan masjid sebagai pusat pembentukan karakter. (kim/sof/wid)












