SURABAYA — Anggota Komisi IX DPR RI, Indah Kurnia menggandeng Lembaga Dakwah Islam Indonesia Surabaya untuk menyosialisasikan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) sebagai upaya mendorong perubahan pola hidup masyarakat, Sabtu (16/5/2026).
Kegiatan yang digelar di Gedung Serba Guna Sabilurrosyidin, Gayungan, Surabaya ini bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia serta Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur dan Kota Surabaya. Kolaborasi tersebut ditujukan untuk memperluas edukasi kesehatan sekaligus mendekatkan akses informasi layanan kesehatan kepada masyarakat.
Ketua DPD LDII Surabaya, Akhmad Setiadi, menilai tantangan kesehatan masyarakat saat ini semakin dipengaruhi oleh pola hidup sehari-hari. Kebiasaan kurang bergerak dan pola makan yang tidak seimbang, menurut dia, menjadi pemicu meningkatnya berbagai penyakit.
“Sering kali orang baru menyadari pentingnya kesehatan setelah sakit. Padahal, pencegahan bisa dilakukan sejak awal,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Germas menekankan langkah sederhana yang dapat dilakukan secara konsisten, yakni rutin beraktivitas fisik, menerapkan pola makan sehat, dan menjauhi rokok.
Masyarakat dianjurkan untuk aktif bergerak setidaknya 30 menit setiap hari, baik melalui olahraga ringan seperti berjalan kaki maupun aktivitas fisik lainnya. Selain itu, konsumsi buah dan sayur perlu ditingkatkan dengan tetap menjaga keseimbangan gizi, termasuk membatasi asupan gula, garam, dan lemak.
Adapun kebiasaan merokok, lanjutnya, masih menjadi tantangan karena berdampak tidak hanya bagi perokok aktif, tetapi juga bagi lingkungan sekitar.
Di sisi lain, ia menekankan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala. Upaya ini dinilai penting untuk mendeteksi penyakit sejak dini sehingga penanganannya dapat dilakukan lebih cepat.
“Kalau diketahui lebih awal, penanganannya lebih mudah dan risikonya bisa ditekan,” katanya.
Sementara itu, Indah Kurnia menilai organisasi masyarakat seperti LDII memiliki peran strategis dalam menyampaikan edukasi hingga ke tingkat keluarga. Dengan jaringan yang luas, informasi kesehatan dinilai lebih mudah diterima dan diterapkan.
Ia menekankan bahwa keluarga merupakan titik awal dalam membentuk kebiasaan hidup sehat.
“Kalau keluarga terbiasa hidup sehat, dampaknya bisa meluas ke lingkungan sekitar,” ujarnya.

Indah juga menyoroti pentingnya deteksi dini melalui pemeriksaan kesehatan. Berdasarkan pengalamannya di berbagai daerah, tekanan darah tinggi dan kadar gula darah menjadi temuan yang paling sering muncul dalam layanan cek kesehatan gratis.
Kondisi tersebut, menurut dia, kerap tidak disadari karena tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Karena itu, pemeriksaan rutin menjadi langkah penting untuk mencegah risiko yang lebih besar.
“Setelah tahu kondisinya, masyarakat bisa mulai memperbaiki pola hidup, baik dari makanan maupun aktivitas sehari-hari,” katanya.
Selain sosialisasi, peserta juga mendapat layanan pemeriksaan kesehatan gratis hasil kerja sama dengan puskesmas di wilayah Gayungan, Kebonsari, dan Siwalankerto. Layanan ini dimanfaatkan untuk mengetahui kondisi kesehatan sejak dini.
Melalui kegiatan ini, pemerintah dan organisasi masyarakat berharap kesadaran hidup sehat tidak berhenti pada sosialisasi, tetapi berlanjut menjadi kebiasaan yang dijalankan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari. (sof/wid)












