BANGKALAN – Pemuda Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Bangkalan membagikan 300 paket takjil kepada para pengguna jalan di sekitar Jalan Raya Pemuda Kaffa, Junok, pada Kamis (5/3/2026) sore. Kegiatan tersebut menyasar pengendara dan masyarakat yang melintas menjelang waktu berbuka puasa.
Aksi berbagi ini menjadi salah satu bentuk kepedulian Pemuda LDII Bangkalan kepada masyarakat yang masih berada di perjalanan saat waktu berbuka puasa tiba.
Ketua Pemuda LDII Bangkalan, Niko Kurniadi mengatakan, pembagian takjil ini merupakan program rutin yang dilaksanakan setiap bulan Ramadan oleh Pemuda LDII Bangkalan.
“Harapannya, melalui kegiatan ini Pemuda LDII dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mempererat kebersamaan, terlebih di bulan Ramadan,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan sosial tersebut juga menjadi bentuk komitmen para pemuda dan pemudi LDII Bangkalan dalam berbuat kebaikan serta menebarkan rahmat di bulan suci.
“Di samping itu, kegiatan ini juga menumbuhkan rasa solidaritas serta semangat kepedulian dan pengabdian terhadap masyarakat sekitar,” tambahnya.
Ia juga mengatakan cuaca mendung yang disertai gerimis saat kegiatan berlangsung tidak menyurutkan semangat para pemuda untuk tetap berbagi dengan masyarakat.
“Walaupun tadi sempat gerimis, teman-teman Pemuda LDII tetap semangat membagikan takjil kepada para pengendara yang melintas. Setelah kegiatan ini kami lanjut buka puasa bersama, kemudian salat Maghrib, Isya, dan Tarawih berjamaah,” kata Niko.

Sementara itu, Ketua DPD LDII Bangkalan Sunaryo menilai kegiatan berbagi takjil tersebut mencerminkan penerapan nilai-nilai 29 Karakter Luhur yang menjadi pedoman pembinaan warga LDII. Ia menyebut pemuda-pemudi LDII dilibatkan sejak tahap persiapan hingga pembagian takjil kepada masyarakat.
“Keterlibatan Pemuda-pemudi LDII ini menjadi bagian dari proses pembinaan karakter generasi muda agar memiliki kepedulian sosial dan semangat berbagi. Sehingga dengan turun langsung melayani masyarakat, para pemuda diharapkan semakin peka terhadap kondisi sosial di lingkungan sekitar,” harapnya.
Sunaryo menambahkan, pengalaman tersebut juga dapat menumbuhkan empati serta kepedulian sosial yang terus terjaga, “Tidak hanya pada bulan Ramadan tetapi juga dalam aktivitas sehari-hari,” ungkapnya. (kim/cak/wid).












