BEKASI — Sekolah Karakter Baitul A’laa menggelar Ikhtibar Tahfidzul Quran di Masjid Baitul A’laa, Kota Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (31/1). Kegiatan yang diikuti 21 santri dari jenjang PAUD hingga sekolah dasar ini bertujuan menanamkan kecintaan terhadap Al Quran sejak usia dini.
Ikhtibar Tahfidzul Quran tersebut merupakan agenda tahunan Sekolah Karakter Baitul A’laa yang berada di bawah naungan PAC Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Makasar. Kegiatan ini menjadi sarana evaluasi capaian hafalan Al Quran sekaligus bagian dari pembinaan karakter santri.
Pembina Tahfidzul Quran Sekolah Karakter Baitul A’laa, Wahyu Eko Prihanto, mengatakan bahwa pendidikan tahfidz tidak hanya berfokus pada kemampuan menghafal ayat-ayat Al Quran. Menurut dia, pembentukan akhlak dan karakter mulia menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses pendidikan tersebut.
“Harapan kami, anak-anak tahfidz bukan hanya menguasai hafalan Al Quran, tetapi juga memiliki akhlakul karimah. Dengan begitu, mereka dapat menjadi teladan yang baik bagi generasi muda lainnya, tidak sekadar menghafal saja,” ujar Wahyu.
Ia menambahkan, ikhtibar ini penting untuk mengetahui sejauh mana kemampuan hafalan para santri. Selain itu, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat memotivasi anak-anak agar terus meningkatkan kualitas bacaan dan pemahaman terhadap Al Quran.
Kegiatan ini turut dihadiri pengurus LDII Bekasi, para ustadz dan ustadzah yang bertindak sebagai dewan juri, serta para orang tua atau wali santri. Kehadiran orang tua dinilai sebagai bentuk dukungan terhadap proses pendidikan dan pembinaan karakter anak.
Ketua Yayasan Sekolah Karakter Baitul A’laa, Akbar Jumadi, menegaskan komitmen yayasan untuk terus mendukung penyelenggaraan Ikhtibar Tahfidzul Quran secara berkelanjutan. Menurut dia, kegiatan tersebut bertujuan mengembangkan potensi anak agar tumbuh menjadi generasi yang beriman, cerdas, dan berakhlak mulia.
“Kegiatan ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai upaya pembinaan generasi muda agar memiliki pondasi keagamaan yang kuat dan siap menghadapi tantangan di masa depan,” kata Akbar.
Ia juga menjelaskan bahwa program tahfidz tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam mencetak generasi unggul. Sebagai bentuk apresiasi, yayasan memberikan hadiah berupa Al Quran kepada para santri yang dinyatakan lulus ikhtibar.
“Generasi muda inilah yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan bangsa. Karena itu, kegiatan keagamaan seperti ini perlu terus didukung. Pemberian hadiah Al Quran ini diharapkan dapat menambah semangat mereka dalam menghafal,” ujarnya.
Menutup keterangannya, Akbar menegaskan bahwa pendidikan tahfidz sejak usia dini menjadi salah satu kunci dalam membangun karakter yang kuat dan religius. Melalui kegiatan tersebut, ia berharap dapat terwujud generasi muda yang profesional dan religius, sejalan dengan visi LDII. (kim/sof/wid)












