SUMEDANG — Keterbatasan lapangan kerja dan maraknya perilaku menyimpang di kalangan remaja mendorong LDII Jawa Barat membina generasi muda melalui kewirausahaan. Upaya tersebut dilakukan lewat Business Workshop Akademi Entrepreneur yang digelar di Graha Aulia, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Sabtu (31/1).
Melalui kegiatan ini, generasi muda didorong untuk tidak hanya bergantung pada pekerjaan formal, tetapi mampu menciptakan usaha sendiri dan kegiatan yang produktif. Kemandirian ekonomi dinilai penting agar anak muda memiliki arah hidup yang jelas dan tidak mudah terjerumus ke dalam pergaulan negatif, termasuk geng motor.
Ketua DPW LDII Jawa Barat, Dicky Harun, mengatakan pembinaan kewirausahaan merupakan bagian dari strategi jangka panjang LDII dalam membina generasi muda.
“Melalui Akademi Entrepreneur ini, kami mendorong generasi muda untuk mandiri secara ekonomi, berani berusaha, dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitarnya,” ujar Dicky saat membuka kegiatan.
Menurut dia, pembinaan ekonomi tidak bisa dipisahkan dari pembinaan karakter. Anak muda yang memiliki kegiatan produktif dan tujuan hidup yang jelas cenderung lebih terlindungi dari pengaruh lingkungan yang merugikan.
“LDII terus membina generasi muda agar religius, mandiri, dan berakhlak. Dengan bekal itu, mereka diharapkan tidak mudah terpengaruh pergaulan negatif,” kata Dicky.

Dalam kesempatan tersebut, Dicky juga menyampaikan harapan dari Polda Jawa Barat agar LDII turut berperan dalam pembinaan anak-anak yang terlibat geng motor. Selain itu, Kapolda Jawa Barat berharap masjid-masjid LDII dapat dimanfaatkan sebagai rest area bagi pemudik saat Lebaran.
Menanggapi hal itu, Dicky menegaskan kesiapan LDII untuk bersinergi dengan kepolisian dalam pelayanan kepada masyarakat, khususnya pada momentum arus mudik.
Mewakili Kapolda Jawa Barat, AKBP Ade Hermanto mengapresiasi langkah LDII yang mengaitkan pembinaan ekonomi dengan upaya menjaga ketertiban masyarakat.
“Ketika generasi muda memiliki kemandirian ekonomi, ketahanan sosial akan lebih kuat dan situasi keamanan lebih terjaga,” ujar Ade.
Ia juga menilai tema wirausaha digital yang diangkat dalam workshop tersebut relevan dengan perkembangan zaman. Menurutnya, kemampuan beradaptasi dengan teknologi penting agar usaha yang dirintis generasi muda dapat berkembang secara berkelanjutan. (kim/sof/wid)












