SURABAYA — Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPW LDII) Jawa Timur bertemu dengan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Lia Istifhama, Selasa (3/2), di Kantor DPD RI Wilayah Jawa Timur. Pertemuan tersebut membahas penguatan nilai kebangsaan, ketahanan keluarga, serta literasi generasi muda di tengah perkembangan media digital.
Silaturahim ini juga menjadi ruang penjajakan sinergi program antara organisasi kemasyarakatan dan lembaga perwakilan daerah, khususnya dalam mendukung pembangunan sosial berbasis keluarga dan pemberdayaan generasi muda.
Ketua DPW LDII Jawa Timur, H Moch Amrodji Konawi, menyampaikan bahwa LDII mengusung delapan klaster pengabdian yang menjadi arah kerja organisasi. Klaster tersebut meliputi bidang kebangsaan, dakwah, pendidikan, ekonomi syariah, kesehatan, ketahanan pangan dan lingkungan hidup, teknologi digital, serta energi baru dan terbarukan.
“Bidang kebangsaan menjadi salah satu prioritas kami, terutama dalam menjaga persatuan dan memperkuat karakter masyarakat,” ujar Amrodji.
Selain kebangsaan, LDII juga memberikan perhatian pada penguatan ketahanan keluarga. Wakil Ketua DPW LDII Jawa Timur, Emie Santoso, menjelaskan bahwa program ketahanan keluarga, khususnya yang dijalankan oleh Wanita LDII Jawa Timur, dilakukan melalui pengajian keluarga sarimbit, seminar keluarga harmonis dan parenting, serta kerja sama lintas pihak.
Program tersebut juga menyasar sektor kesehatan keluarga, termasuk kesehatan reproduksi dan dukungan terhadap upaya penurunan angka stunting. Dalam konteks ini, DPW LDII Jawa Timur telah menjalin nota kesepahaman (MoU) dengan BKKBN Perwakilan Jawa Timur.
“Melalui seminar keluarga harmonis dan parenting, kami ingin membekali orang tua dengan pemahaman pengasuhan yang tepat, termasuk pemenuhan gizi dan kesehatan anak sejak dini. Ini menjadi bagian dari upaya pencegahan stunting yang kami lakukan bersama mitra terkait,” ujar Emie.
Dalam kesempatan yang sama, Amrodji juga mengundang Lia Istifhama untuk hadir dalam kegiatan pelatihan jurnalistik yang akan diselenggarakan DPW LDII Jawa Timur pada Sabtu (7/2) mendatang. Pelatihan ini ditujukan bagi generasi muda sebagai upaya memperkuat literasi media dan pemahaman komunikasi publik di tengah perkembangan ekosistem digital yang semakin pesat.

Menurut Amrodji, pelatihan jurnalistik tersebut dirancang untuk membekali generasi muda dengan kemampuan menyaring dan menyampaikan informasi secara bertanggung jawab. Ia menekankan pentingnya jurnalisme berbasis fakta dan data agar generasi muda tidak terjebak pada arus informasi yang hanya mengejar viralitas tanpa memperhatikan akurasi dan etika.
“Kami ingin generasi muda memiliki kesadaran bahwa informasi yang disampaikan harus bisa dipertanggungjawabkan, bukan sekadar ramai dibicarakan,” kata Amrodji.
Ia menambahkan, melalui pelatihan jurnalistik tersebut LDII berupaya meningkatkan kualitas literasi digital masyarakat, yang diselenggarakan bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Jawa Timur.
“Harapannya, generasi muda mampu menjadi penyampai informasi yang sehat dan mencerahkan di ruang publik,” ujar Amrodji.
DPD RI Dorong Sinergi Berkelanjutan
Menanggapi pemaparan tersebut, Lia Istifhama menyampaikan ketertarikannya untuk menyinergikan program penguatan nilai kebangsaan dan ketahanan keluarga yang dijalankan LDII. Menurutnya, keluarga memiliki posisi strategis sebagai fondasi utama dalam membangun karakter bangsa.
“Keluarga adalah basis pembentukan nilai dan karakter. Ketahanan keluarga yang kuat akan berdampak langsung pada ketahanan bangsa,” ujar Lia.
Ia menambahkan, peran keluarga menjadi semakin penting di era digital, terutama dalam membekali generasi muda dengan literasi media agar mampu menyikapi arus informasi yang masif dan terhindar dari penyebaran informasi yang tidak akurat maupun hoaks.
“Di era media saat ini, literasi media menjadi sangat penting. Generasi muda, khususnya generasi Z, perlu dibekali kemampuan untuk memilah informasi, memahami fakta, dan tidak mudah terpengaruh oleh berita yang menyesatkan,” kata Lia.
Lia berharap silaturahim tersebut tidak berhenti pada pertemuan formal semata, tetapi dapat menjadi langkah awal untuk membangun kerja sama yang berkelanjutan antara LDII dan lembaga negara.
“Silaturahim ini kami harapkan menjadi pintu awal untuk sinergi yang lebih konkret dan berkelanjutan, bukan hanya satu kali pertemuan, tetapi kerja sama yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkas Lia. (sof/wid)












