JOMBANG — LDII Kota Kediri melakukan Rukyatul hilal di kawasan Wonosalan, Jombang, Senin (19/1). Kegiatan tersebut untuk menetapkan awal bulan Hijriah.
Pengamatan hilal melibatkan Pondok Pesantren Wali Barokah serta perwakilan LDII Jombang. Sejumlah pengamat dari berbagai wilayah juga hadir dalam kegiatan tersebut.
Sejak pukul 17.00 WIB, para pengamat telah bersiap di lokasi. Peralatan optik berupa teropong dan teleskop digunakan untuk memantau ufuk barat, lokasi potensial munculnya hilal. Pengamatan dilakukan hingga matahari terbenam dan memasuki waktu Magrib sekitar pukul 18.00 WIB.
Hingga batas akhir pengamatan, hilal tidak berhasil teramati. Awan tebal yang menutupi ufuk barat menjadi faktor utama yang membatasi jarak pandang.
Perwakilan LDII Kota Kediri Yuda Langgeng menyampaikan, meski hilal tidak terlihat, seluruh proses rukyatul hilal tetap dilaksanakan sesuai ketentuan.
“Hasil rukyat, baik terlihat maupun tidak, tetap kami catat dan laporkan. Data ini akan menjadi bahan pertimbangan dalam penetapan awal bulan Hijriah, bersanding dengan hasil perhitungan hisab yang telah dilakukan sebelumnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan rukyatul hilal dilakukan secara rutin sebagai bagian dari rangkaian penentuan awal bulan Hijriah. (kim/sof/wid)












