SITUBONDO — Sebanyak 104 warga mengikuti cek kesehatan gratis (CKG) yang digelar DPD LDII Kabupaten Situbondo di halaman Masjid Nurul Haq, Jalan Anggrek, Situbondo, Jawa Timur, Minggu (13/9/2026). Hasil pemeriksaan menunjukkan rata-rata peserta dalam kondisi sehat.
Kegiatan tersebut digelar bersamaan dengan pengajian rutin bulanan warga dan merupakan bagian dari Gerakan Serentak CKG yang diinisiasi DPW LDII Jawa Timur bersama Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Pelayanan kesehatan dilaksanakan melalui kerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Situbondo dan Puskesmas Kecamatan Situbondo.
Pemeriksaan meliputi deteksi dini penyakit tidak menular, antara lain pengukuran tekanan darah dan kadar gula darah. Peserta juga mendapat kesempatan berkonsultasi langsung dengan tenaga kesehatan dari puskesmas.
Ketua DPD LDII Kabupaten Situbondo mengatakan penggabungan pemeriksaan kesehatan dengan kegiatan pengajian menjadi upaya mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat. Menurut dia, kegiatan tersebut sekaligus mendukung upaya promotif dan preventif pemerintah.
“Ini merupakan ikhtiar bersama dalam mendukung program pemerintah, khususnya di bidang preventif dan promotif. Menggabungkan pengajian rutin dengan skrining kesehatan gratis memudahkan warga mendapatkan akses deteksi dini faktor risiko penyakit,” tuturnya.
Hasil pemeriksaan terhadap 104 peserta mendapat apresiasi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Situbondo. Kondisi kesehatan peserta yang secara umum baik diharapkan dapat dipertahankan melalui penerapan pola hidup bersih dan sehat serta pemeriksaan secara berkala.
Gerakan CKG di Situbondo merupakan bagian dari kegiatan serentak di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. Pelaksanaan program tersebut dibuka melalui kick-off daring yang dipusatkan di Kantor DPD LDII Gresik.
Secara keseluruhan, Gerakan Serentak CKG LDII Jawa Timur menargetkan sekitar 40.000 warga. Program tersebut ditujukan untuk mendukung skrining kesehatan pemerintah dan mempercepat penerapan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) berbasis komunitas.
Melalui pemeriksaan secara langsung di lingkungan masyarakat, warga yang sehat diharapkan dapat mempertahankan pola hidup sehat, sedangkan warga yang ditemukan memiliki faktor risiko dapat memperoleh tindak lanjut melalui fasilitas kesehatan. (kim/sof/wid)












