SURABAYA — DPW LDII Jawa Timur menerima kunjungan silaturahim Komunitas Generus Tuli Indonesia wilayah Jabodetabek di Gedung Serba Guna Sabilurrosyidin, Surabaya, Jumat (2/1). Rombongan diterima oleh Sekretaris DPW LDII Jawa Timur, Bambang Raditya Purnomo, didampingi Dewan Penasihat DPW LDII Jawa Timur H. Sumarman, bersama jajaran pengurus serta Generus Tuli Indonesia wilayah Surabaya.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian wisata religi yang dilakukan Generus Tuli Indonesia dengan mengunjungi sejumlah pondok pesantren dan komunitas pengajian Tuli di Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Dalam sambutannya, Bambang Raditya Purnomo menyampaikan, pertemuan tersebut menjadi energi positif bagi Generus Tuli Indonesia di Surabaya. Terutama untuk terus meningkatkan semangat dalam mengikuti kegiatan keagamaan.
“Alhamdulillah, kami sangat berbahagia menerima silaturahim dari teman-teman pengajian Tuli Indonesia wilayah Jabodetabek. Kunjungan ini menjadi penyemangat bagi Generus Tuli di Surabaya agar semakin semangat dalam mengaji dan mendalami ajaran agama,” ujarnya.
Ia menambahkan, silaturahim itu tidak hanya mempererat ukhuwah antaranggota, tetapi juga menjadi sarana saling menguatkan dalam meningkatkan kualitas ibadah dan amal saleh. Menurutnya, kebersamaan semacam itu memiliki arti penting, khususnya bagi Komunitas Tuli, agar terus tumbuh semangat kebersamaan dan saling mendukung.

Lebih lanjut, Bambang menekankan pentingnya sikap menerima dan menghargai dalam mendampingi generasi Tuli. Ia menjelaskan bahwa rasa diterima di lingkungan sekitar akan menumbuhkan kenyamanan, sehingga mereka dapat mengikuti proses belajar dengan lebih tenang. Dari kenyamanan tersebut, kepercayaan diri perlahan tumbuh dan mendorong semangat untuk terus belajar serta aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan.
“Saya sering berdialog dengan teman-teman pengajian Tuli Indonesia. Ketika saya bertanya apa yang membuat mereka nyaman mengikuti pengajian di LDII, jawabannya sederhana, karena mereka merasa diterima apa adanya,” jelasnya.
Oleh karena itu, ia mengajak para orang tua, keluarga, dan masyarakat luas untuk membuka ruang penerimaan yang lebih besar bagi anak-anak tunarungu. Menurutnya, sikap tersebut akan mendorong mereka menjadi pribadi yang lebih percaya diri, aktif, serta berani berkontribusi di tengah masyarakat.
“Ketika kita menerima mereka dengan tulus, hal itu akan memotivasi mereka untuk berkembang, berperan, dan menjadi pribadi yang bermanfaat bagi lingkungannya,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Bambang juga menyampaikan pesan kepada generasi Tuli yang masih merasa ragu atau cemas terhadap masa depan mereka. Ia mengingatkan bahwa setiap manusia diciptakan dengan kekurangan sekaligus kelebihan yang dapat dikembangkan.
Ia mengungkapkan, tidak sedikit generasi Tuli yang masih diliputi rasa ragu dan kekhawatiran terhadap masa depan. Keterbatasan yang dimiliki kerap menjadi hambatan psikologis yang melemahkan kepercayaan diri dan semangat untuk melangkah. Menyikapi hal itu, ia mengajak generasi Tuli untuk tetap berprasangka baik kepada Allah SWT dan tidak larut dalam rasa putus asa.
“Semua orang memiliki kelemahan, tetapi juga memiliki kelebihan. Temukan kelebihan itu dan kembangkan dengan sungguh-sungguh. Sikap optimis yang disertai ikhtiar secara berkelanjutan akan menjadi kunci untuk bangkit dan menapaki masa depan yang lebih baik,” tuturnya.
Ia pun menutup pesannya dengan memberikan semangat kepada Generus Tuli. “Allah akan selalu bersama hamba-Nya yang berusaha dan berprasangka baik. Untuk adik-adik tunarungu, tetap semangat, terus belajar, dan berupaya menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari,” pungkasnya.
Dalam rangkaian wisata religi tersebut, Generus Tuli Indonesia Jabodetabek mengunjungi sejumlah lokasi, di antaranya Pondok Pesantren Wali Barokah Kediri, komunitas Generus Tuli Surabaya, Pondok Pesantren Gadingmangu Jombang, Pondok Pesantren Al Ubaidah Kertosono, Nganjuk, serta PPM Graha Cendekia Sleman. (sof/wid)












