SITUBONDO — Wakil Bupati Situbondo Ulfiah membuka Musyawarah Daerah (Musda) ke-IX Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Situbondo. Musda dilaksanakan di Aula Lantai 2 Kantor Pemerintah Kabupaten Situbondo, Sabtu (14/2/2026). Forum lima tahunan ini menjadi ajang konsolidasi organisasi sekaligus penguatan kontribusi dalam pembangunan daerah.
Dalam sambutannya, Ulfiah menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan elemen masyarakat, termasuk organisasi keagamaan. Menurutnya, pembangunan daerah membutuhkan dukungan seluruh komponen masyarakat.
“Sinergi antara program pemerintah dan elemen masyarakat, termasuk LDII, harus terus diperkuat. Langkah ini selaras dengan tagline kita bersama, yaitu ‘Situbondo Naik Kelas’,” ujarnya.
Selain kolaborasi program, Ulfiah juga menyoroti peran strategis perempuan dalam organisasi. Ia menilai, keberhasilan organisasi tidak terlepas dari kontribusi aktif perempuan dalam berbagai lini kepengurusan.
“Berjalannya roda organisasi tidak lepas dari peran perempuan. Oleh karena itu, perempuan harus diberdayakan dan menjadi bagian aktif dari organisasi untuk saling bersinergi dalam mencapai tujuan bersama,” katanya.

Musda IX LDII Situbondo dihadiri sekitar 150 peserta dan undangan yang terdiri atas perwakilan 10 Pimpinan Cabang LDII se-Kabupaten Situbondo, tokoh masyarakat, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan keagamaan. Hadir pula pengurus DPD LDII dari Jember, Banyuwangi, dan Bondowoso.
Ketua DPW LDII Jawa Timur H Moch Amrodji Konawi hadir untuk menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Situbondo terhadap keberlangsungan organisasi. Ia menegaskan bahwa Musda memiliki makna strategis bagi perjalanan organisasi ke depan.
“Musda bukan sekadar forum pergantian kepengurusan, tetapi momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program kerja sekaligus merumuskan langkah strategis lima tahun ke depan. LDII harus mampu memperkuat kontribusinya dalam pembinaan umat dan mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan,” ujarnya.
Menurut Amrodji, kepengurusan yang terpilih diharapkan mampu menjalankan program organisasi secara profesional serta menjaga komitmen pengabdian kepada masyarakat.
Musyawarah daerah ini menjadi bagian dari mekanisme organisasi dalam menentukan arah kebijakan dan kepemimpinan LDII Situbondo untuk periode mendatang. (kim/sof/wid)












